drberita.id | Disnaker Sumut dan Serikat Buruh membentuk tim bersama mengunjungi Kabupaten Langkat untuk mencari fakta kasus dugaan perhudakan modern di rumah pribadi Ketua DPD Partai Golkar Langkat Terbit Rencana PA yang ditangkap KPK dalan operasi tangkap tangan (OTT).
Elemen buruh, pada Kamis 27 Januari 2022, bertemu Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara (Disnaker Sumut) Baharuddin Siagian di kantornya, Jalan Asrama Medan.
Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut Willy Agus Utomo mengatakan hari ini Jumat 28 Januari 2022, tim yang dibentuk Disnaker Sumut turun ke Langkat untuk mencari fakta kebenaran adanya perbudakan modern di rumah Ketua DPD Partai Golkar Terbit Rencana PA juga Bupati Langkat yang ditangkap KPK.
BACA JUGA:
KPK Diminta Tangkap 36 Mantan Anggota DPRD Sumut dan Donatur Suap, Ini Daftarnya"Jangan sampai kita anak Sumut ketinggalan informasi dari Migrant Care, oleh karena itu kita turun ke Langkat menyikapi persoalan ini," ungkap Willy dalam keterangan tertulis, Jumat 28 Januari 2022.
Willy mengatakan, warga binaan yang ada di dalam tanahan di rumah Terbit Rencana bukan pekerja melainkan pasien rehabilitasi pencandu narkoba.
"Untuk menyikapi fakta lapangan yang terjadi, kami bersama Disnaker dan SP SB se Sumut turun bersama ke lapangan dengan membentuk tim ivestigasi atau cek fakta apa yang sesungguhnya terjadi," katanya.
Willy memastikan, tim mencari fakta Disnaker Sumut tetap menunggu hasil pemeriksaan penegak hukum secara terang benderang.
"Kita tetap peracayakan kepada hasil penegakan hukum, tapi apa bila nantinya ditemukan ada kaitannya dengan pelanggaran ketenagakerjaan apa lagi pelanggar HAM, kita harus ungkap hal ini secara transparan," tegas Willy.
Kadisnaker Sumut Baharuddin Siagian menyambut baik dan menyetujui tim gabungan yang dibentuk dengan SP SB Sumut untuk mengcek lapangan, agar semua berita yang benar dapat dilihat bersama.
BACA JUGA:
Pengembang Properti di Kota Medan Anggap Enteng Dengan Perizinan"Karena ada dua versi saat ini yaitu rehabilitasi narkoba dan perbudakan modern, tim pegawai pengawasan kami masih melakukan penyelidikan terkait hal itu, semoga semua akan terungkap apa sesungguhnya yang terjadi," papar Baharuddin.
Baharuddin justru mengajak kesiapan SP SB untuk bergerak cepat ke tempat kejadian perkara di Kabupaten Langkat, agar para peserta yang tergabung dalam tim dapat membahas teknis keberangkatan.
"Kita sewakan bus dan kendaraan pribadi lainnya, tim ini nantinya kita bentuk jangka waktu tentatif sampai ada kesimpulan bersama," ucap Bahruddin.
"Jadi kita tetap saja hadir, saya upayakan kita ketemu Disnaker setempat, para orang yang direhabilitasi dan wakil bupati dan warga sekitar, biar minimal kita tahu dulu apa sebenarnya fakta di lapangan," sambungnya.
Bahar juga mengatakan jika ada perlu tindakan hukum lainnya nanti pihaknya akan membahasnya bersama dalam kesimpulan tim.
"Kesimpulan tim nantinya kita serahkan kepada pihak yang berwenang dalam tupoksi aturan hukumnya masing masing," tutupnya.