Pilkada 2024

Debat Publik Calon Walikota: Terungkap Bobby Nasution Dinilai Gagal Pimpin Kota Medan

Masalah Narkoba Jadi Topik Paling Panas
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202411/_7966_Debat-Publik-Calon-Walikota--Terungkap-Bobby-Nasution-Dinilai-Gagal-Pimpin-Kota-Medan.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Ketua Ikatan Sarjana Al Wasliyah Sumatera Utara Abdul Thaib Siahaan ST, MIKom,
drberita.id -Debat perdana calon Walikota Medan di Four Points Medan pada Jumat 8 November 2024 malam, yang berlangsung sengit. Debat pun menjadi ajang membongkar kinerja buruk calon Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Debat publik tersebut disiarkan secara langsung oleh Inews TV, dengan dua moderator yang memandu jalannya acara, dan berhasil menarik perhatian masyarakat Kota Medan.

"Dalam debat tersebut terbongkar beberapa permasalahan serius yang ada di Kota Medan, dan menjadi sorotan ketiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota," ungkap Ketua Ikatan Sarjana Al Wasliyah Sumatera Utara Abdul Thaib Siahaan ST, MIKom, kepada wartawan di Medan, Sabtu 9 November 2024.

Menurut Thaib Siahaan, dua kandidat yaitu Prof. Ridha Dharma calon Walikota nomor urut 2, dan Hidayatullah calon Walikota nomor urut 3, menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Kota Medan, seperti banjir yang semakin parah, tingginya angka kemiskinan yang membuat Medan menjadi kota termiskin di Sumatera Utara, dan tingginya kasus narkoba, serta kemacetan yang sudah akut.

Kedua kandidat tersebut, lanjut Siahaan, mengkritisi kinerja Walikota Medan Bobby Nasution, dengan mempertanyakan langkah langkah konkret yang telah diambil untuk mengatasi persoalan persoalan yang ada.

Prof. Ridha dan Hidayatullah pun menawarkan solusi melalui visi dan misi mereka masing masing untuk mengatasi permasalahan Kota Medan, termasuk janji untuk memperbaiki manajemen lalu lintas dan memperhatikan kesejahteraan warga.

Mereka mengkritisi kebijakan pembangunan yang selama ini dianggap hanya berfokus pada infrastruktur fisik tanpa memperhatikan pengembangan sumber daya manusia.

Menurut mereka, lanjut Siahaan, Kota Medan sebagai kota metropolitan seharusnya tidak memiliki angka kemiskinan tertinggi di Sumatera Utara, dan hal ini menunjukan adanya ketidakseimbangan antara pembangunan fisik dan non-fisik yang terjadi di bawah kepemimpinan Bobby Nasution.

"Salah satu topik yang cukup panas dalam debat adalah permasalahan narkoba," kata Thaib Siahaan.

Diketahui, kata Siahaan, Bobby Nasution, yang kini mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara, menyinggung permasalahan narkoba di Sumatera Utara dan mempertanyakan komitmen Gubernur sebelumnya dalam menangani hal tersebut.

Namun, pernyataan ini justru dianggap 'menampar' dirinya sendiri, mengingat Kota Medan menjadi wilayah dengan angka kasus narkoba tertinggi di provinsi ini.

Apalagi, calon wakilnya, H. Surya adalah Bupati Asahan, yang wilayahnya juga dikenal sebagai pintu masuk narkoba melalui pelabuhan tikus dari Negara Malaysia.

"Persoalan narkoba ini melibatkan jaringan lintas negara, sehingga memerlukan penanganan terpadu di tingkat nasional dengan melibatkan berbagai instansi, tidak hanya mengandalkan komitmen seorang Gubernur Sumatera Utara," bebernya.

"Pesan ini menjadi catatan bagi Bobby Nasution jika nantinya diberi amanah untuk memimpin Sumatera Utara," sambung Thaib Siahaan.

Kemacetan di Medan juga menjadi sorotan utama. Kandidat nomor urut 2 dan 3, kata Thaib, menyebut kemacetan di Kota Medan saat ini semakin parah dan sudah pada tingkat akut.

Hal ini diperparah oleh kebijakan penyempitan jalan di pusat kota yang kurang efektif dalam mengimbangi lonjakan jumlah kendaraan yang melewati Kota Medan.

Kritik tajam dari para calon Walikota Medan inipun menjadi sorotan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan atas kemampuan manajerial Bobby Nasution dalam memimpin Kota Medan.

"Meski Bobby Nasution dinilai gagal oleh sebagian besar masyarakat Kota Medan karena ketidakmampuannya, tetapi pencalonannya dalam kontestasi Pilgub Sumatera Utara 2024 tetap menjadi hak politik yang harus kita hormati bersama," tutup Abdul Thaib Siahaan.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Pelantikan TP PKK Medan 2025-2030: Pesan Walikota Jauhkan Gadget dari Dalam Rumah Demi Pendidikan Anak

Politik

Soal Anggaran MUI Sumut, GPA Pertanyakan Keimanan Bobby Nasution

Politik

Proyek Jalan Tol Medan-Binjai Rp 1,1 Triliun Jadi Target Kejaksaan, BPN Sumut dan Kota Medan Digeledah

Politik

DPRD Medan Marah Bantuan Warga Dipotong Kepala Lingkungan, Camat: Sudah Kita Kasih SP1

Politik

Wartawan Kecewa Rapat Pansus LKPj Walikota Medan Buka Tutup, Elfanda Ananda: Akses Publik Dijauhkan

Politik

35 Persen APBD ke Medan Utara Sangat Tepat Untuk Pembangunan