drberita.id -Calon Bupati Batubara Zahir mengutus wakilnya Aslam Rayuda mengunjungi warga asal kabupaten di
Malaysia untuk bersilaturrahim, pada Minggu 29 September 2024. Pertemuan tersebut berlangsubg di Kampung Medan, Kawasan Selangor.
Aslam datang ke Kampung Medan, Malaysia bersama Azrin Marydha dan Syahril Tambuse. Mereka disambut puluhan warga Batubara yang selama ini bermukim di kawasan tersebut, di antaranya Haji Edi, Arsyad Idris, Rivani, Azhar, Effendy, Akhyar, Edo, Saren, Sapol, Nyakmul, Afni, Giran dan banyak lagi lainnya.
Para warga tersebut berasal dari beberapa daerah di Batubara, seperti Kecamatan Datuk Lima Puluh termasuk dari Desa Simpang Dolok, Pulau Sejuk dan sekitarnya, Tanjung Tiram, Talawi dan lainnya. Mereka baik kaum pria maupun wanita terkesan dengan suka cita menyambut Aslam.
Kebanyakan dari mereka sudah mengenal nama Aslam sebagai calon Wakil Bupati Batubara mendampingi Zahir yang maju sebagai calon bupati-wakil bupati Batubara pada Pilkada 2024, yang hari pencoblosannya jatuh pada 27 Nopember. Namun baru kali ini mereka bertemu langsung dengan sosok orangnya.
Banyak dari mereka langsung berfoto-foto dengan Aslam sembari secara spontan juga mengacungkan jari bersimbol tiga sebagai tanda Nomor 3, yaitu nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati Batubara Zahir-Aslam.
Suasana yang terbangun saat itu bernuansa familiar, mereka pun berbincang akrab seolah sudah saling kenal sejak lama. Sesekali diwarnai dengan gelak tawa, tanda dalam perbincangan itu sama sama menemukan kecocokan dan persamaan rasa dan harapan.
Di awal pertemuan, setelah menyalami para warga satu per satu, Aslam yang duduk membaur dengan warga memperkenalkan diri tentang keberadaannya. Menurutnya, selain menghadiri suatu acara di Kuala Lumpur, ia juga diutus berkunjung untuk bersilaturrahim dengan warga asal Kabupaten Batubara di Kampung Medan tersebut.
Seyogianya Zahir ingin hadir langsung mengunjungi warga di sana, namun kesibukan yang padat tak memungkinkannya. Karena itulah ia secara pribadi mengutus Aslam yang dapat dianggap sama dengan kehadiran dirinya.
Kepada warga di sana, Aslam menyampaikan salam dari Zahir, dengan menuturkan mungkin selama 5 tahun kemarin menjadi Bupati Batubara ada hal hal yang belum memuaskan atas kinerja pembangunannya, termasuk bagi warga Batubara di perantauan khususnya di Malaysia.
Aslam menyampaikan, Zahir dalam periode lima tahun jabatannya tersebut telah berupaya semaksimalnya melaksanakan program program sesuai visi misi serta janji janji politik yang pernah disampaikan sebelumnya.
Namun, salah satu kendala besar berupa wabah Covid-19 yang melanda dunia termasuk menerpa Kabupaten Batubara, sehingga banyak program menjadi terkendala bahkan tak dapat terlaksanakan.
"Namun demikian, kata Pak Zahir, kita pun masih tetap bersyukur karena di tengah terpaan wabah Covid-19 yang hebat itu, ia sebagai bupati tetap dapat membangun Batubara, terutama pada sektor yang prioritas. Tentu belum dapat memuaskan semua, untuk itu Pak Zahir memohon maaf dan berharap nantinya tetap diberi kesempatan untuk dapat melanjutkan memenuhi dan menuntaskan program pembangunan yang masih terhenti," ungkap Aslam.
Di pertemuan itu, Aslam tampak tekun mendengar dan menyerap aspirasi, serta pemikiran pemikiran yang disampaikan warga di sana tentang berbagai aspek, untuk upaya memajukan Kabupaten Batubara. Juga tentang keluh kesah yang mereka rasakan dan hadapi di perantauan selama ini.
Terlihat ada beberapa hal yang dicatat oleh Aslam sebagai suatu ide pemikiran yang diharapkan dapat dilaksanakan ke depan nantinya, apabila insya Allah pasangan calon Zahir-Aslam sukses memenangkan Pilkada Batubara 27 Nopember mendatang, terutama aspek apa yang perlu diprogramkan bagi kenyamanan dan keamanan warga Batubara yang telah dan akan merantau untuk bekerja di Malaysia.
Salah satu yang diungkap Aslam dan diaminkan oleh warga setempat yang dimotori oleh Haji Edi tersebut, adalah keinginan untuk ke depan mengupayakan adanya kerja edukasi bagi warga Batubara, baik sebelum berangkat merantau ke negeri jiran maupun yang telah berada dan bekerja di sana.
Untuk yang akan berangkat, agar mendapat bekal skill sesuai bidang yang akan digeluti serta penempuhan prosedur sesuai peraturan perundangan. Sedangkan untuk yang telah bekerja di Malaysia, adalah upaya peningkatan kemampuan diri sehingga diharapkan bisa lebih meningkatkan kualitas kerja dan kesejahteraan kehidupannya.
Selain itu, termasuk pula Aslam mencatat perlunya didiskusikan program tertentu yang dapat mengakomodir lapangan kerja bagi warga Batubara dari perantauan, termasuk Malaysia. Sekiranya mereka ingin kembali tinggal menetap di kampung halaman.
"Pendapat dari kami, pikirkanlah bagaimana memperbanyak bidang (lapangan) pekerjaan yang boleh dimanfaatkan orang orang kita di sini, apabila mereka hendak balek duduk kat (kembali tinggal di) kampongnya," ungkap Haji Edi yang direspon positif oleh Aslam.
Pertemuan silaturrahim tersebut berakhir dengan suasana kekeluargaan yang hangat, seolah saling berat untuk berpisah sehingga beberapa kali setelah Aslam pamit namun kemudian perbindangan kembali berlanjut.
"Saya berharap kita akan dapat kembali bertemu dalam kondisi dan suasana yang lebih baik dan lebih meriah lagi," ucap Aslam sebelum meninggalkan lokasi pertemuan.