drberita.id -Dinamika perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara kian menghangat. Setelah nama Hendryanto Sitorus lebih dulu mencuat, kini muncul Abdul Rahman alias Dedek Ray, disusul Andar Amin Harahap.
Kabarnya, Andar Amin Harahap telah mengantongi dukungan signifikan dari sejumlah DPD kabupaten kota.
Sumber internal Partai Golkar menyebutkan, Andar Amin Harahap saat ini telah mengamankan sekitar 30 dukungan DPD tingkat kabupaten kota, sebuah modal politik yang membuat konstelasi musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Sumut semakin menarik.
Meski demikian, Dedek Ray menegaskan dirinya siap bertarung secara terbuka dan sehat. Mantan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumut itu menyatakan kontestasi musda Partai Golkar Sumut seharusnya menjadi ajang adu gagasan, bukan sekadar pertarungan jumlah dukungan.
"Golkar adalah partai besar. Kontestasi harus dijalani dengan etika dan semangat kebersamaan. Saya siap bersaing secara sehat," ujar Dedek Ray di Mesan, Senin 19 Januari 2026.
Dedek Ray menilai, dukungan yang diklaim kandidat tertentu belum bersifat final, mengingat dinamika musda Partai Golkar Sumut masih sangat cair.
Ia menekankan bahwa kekuatan kader akar rumput, loyalitas organisasi, serta visi membesarkan partai jauh lebih penting dibanding sekadar klaim dukungan awal.
"Yang terpenting soliditas harus tetap dijaga untuk menghadapi agenda agenda politik ke depan, seperti yang disampaikan Plt. Ketua DPD PG Sumut," tambahnya.
Munculnya nama Andar Amin Harahap dinilai sebagai kekuatan baru dalam peta persaingan calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut. Dengan dukungan yang disebut telah mencapai puluhan DPD, Andar Amin mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat penantang dominasi figur figur lama.
Di sisi lain, nama Hendryanto Sitorus dalam bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut sejak awal disebut sebagai pemantik munculnya kandidat lain, yang kini membuat kontestasi semakin terbuka dan kompetitif.
Situasi inipun menunjukan Partai Golkar Sumut sedang memasuki fase penting regenerasi kepemimpinan. Munculnya tokoh tokoh muda dengan basis dan kekuatan berbeda menjadi sinyal kuat bahwa Musda Partai Golkar Sumut tahun 2026 ini tidak akan berjalan satu arah.
Hingga saat ini, jadwal resmi Musda Partai Golkar Sumut belum juga diumumkan. Namun pergerakan politik di internal partai terus meningkat, seiring intensifnya lobi, konsolidasi, dan komunikasi antar-kader di berbagai daerah.