Bupati Labura Marah, Penutupan Jalan ke SDN 112286 Kembali Dibuka

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir082022/_9196_Bupati-Labura-Marah--Penutupan-Jalan-ke-SDN-112286-Kembali-Dibuka.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Darrenz
Murid SDN 112286 sudah bisa melalui jalan yang ditutup PTPN3 Kebun Membang Muda.

drberita.id | Kebijakan manajemen perusahaan perkebunan PTPN3, Kebun Membang Muda, yang membuat galian parit berukuran besar dan menutupi akses jalan menuju SDN 112286, membuat Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Hendriyanto Sitorus, marah.

Sedemikian marah, Hendriyanto langsung turun ke lokasi untuk membuka kembali akses jalan tersebut.

Didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Singgih Purwoto, Hendriyanto memerintahkan agar galian yang menutup jalan itu dibongkar kembali. Tampak sebuah alat berat milik Pemkab Labura dikerahkan untuk membuka kembali jalan tersebut.

Kasatpol PP, Singgih Purwoto menyebut Bupati Hendriyanto sangat marah dan menyayangkan sikap manajemen PTPN3 Kebun Membang Muda yang tidak peduli terhadap anak anak yang belajar di SDN 112286.

BACA JUGA:Kejam Bagaikan VOC, PTPN3 Membang Muda Tutup Akses Jalan ke SDN 112286

"Pak Bupati marah, karena perusahaan (PTPN3) tak peduli pada anak anak yang bersekolah di sana. Aneh sekali memang, jalan ke sekolah ditutup, tapi jalan menuju cafe remang remang dibiarkan," kata Singgih.

Sebelumnya diberitakan, PTPN3 Kebun Membang Muda melakukan penutupan jalan yang merupakan akses menuju SDN 112286, dengan cara menggali sebuah parit berukuran besar di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, Aek Kanopan - Gunting Saga.

Dampak pembuatan parit itu, sebuah badan jalan yang merupakan akses menuju SDN 112286, ikut terdampak, sehingga menyulitkan murid murid pergi ke sekolahnya.

"Jalan itu sudah ada sejak dulu, dan memang dari sanalah murid murid lewat kalau mau ke sekolah. Memang ada jalan lain, tapi kondisinya pun parah kali, susah dijalani," ujar Rita Siregar, salah seorang guru yang ditemui di kantor SDN 112286, Senin 29 Agustus 2022.

Pantauan wartawan, Selasa 30 Agustus 2022, tampak timbunan tanah yang berasal dari galian parit dan menutupi badan jalan akses ke sekolah itu, sudah dibongkar kembali dan sudah dapat dilalui kembali.

BACA JUGA:Jalan Pembangunan Aek Kanopan Diaspal, Jemaat 3 Gereja Apresiasi Pemkab Labura

Saat ini, alat berat PTPN3 Kebun Membang Nuda terlihat sedang melakukan penggalian parit berukuran besar di kedua sisi jalan lintas sumatera Aek Kanopan - Gunting Saga.

Sangat disayangkan, kebijakan manajemen PTPN3 Kebun Membang Muda yang menggali parit besar itu ternyata tidak diberlakukan secara merata. Pun tega menutup jalan menuju sebuah sekolah, tetapi perusahaan itu tak menutup jalan yang merupakan akses menuju beberapa cafe remang remang yang berada di pinggiran areal perkebunan milik negara itu.

Amatan wartawan, terdapat beberapa cafe remang remang di pinggiran areal perkebunan PTPN3 Kebun Membang Muda. Sumber di lokasi menyebutkan, cafe cafe ini menyediakan minuman keras dan wanita wanita penghibur yang melayani para pria hidung belang.

Penulis
: Darrenz Nababan
Editor
: Admin

Tag:

Berita Terkait

Politik

Pemkab Labura Donasi ke Palestina Rp345,5 Juta

Politik

LBH Minta KPK Telusuri Harta Kekayaan SEVP PTPN3

Politik

Pejabat PTPN3 Punya Mobil Dodge Journey, Jeep Wrangler dan Harley Davidson

Politik

Pulang dari Bandung, Komisi A Segera Panggil Semua Pihak Terkait PMKS PT. Sawit Sumatera

Politik

Soal Izin PMKS PT. Sawit Sumatera Perkasa, Ketua Komisi A: Akan Kita Crosschek ke Lapangan

Politik

PMKS PT. Sawit Sumatera Perkasa tak Berizin, Bupati Hendriyanto: Nanti Saya Konfirmasi