drberita.id | Tim penulis buku kearifan lokal SD dan SMP Kota Padangsidimpuan mengajak Walikota Irsan Efendi Nasution melestarikan budaya di tengah majunya digitalisasi.
Tim penulis buku kearifan lokal SD dan SMP terdiri dari DR. Zainal Efendi Hasibuan MA dan Sutan Tinggi Barani Perkasa Alam Siregar telah bertemu dengan Walikota Padangsidiampuan, pada Rabu 25 Agustus 2021.
"Walikota menegaskan agar wacana tersebut di ekspos secara besar-besaran untuk dijadikan sebagai bahan pelajaran muatan lokal SD dan SMP di Kota Padangsidimpuan," kata Zainal dalam keterangan tertulis, Jumat 27 Agustus 2021.
BACA JUGA:
KPK Tahan Sekda Tanjungbalai, Mantan Walikota Kembali Ikut Jadi TersangkaMenurut Zainal, tim penulis berharap keberadaan buku kearifan lokal ini bisa menjadi regenerasi dan internalisasi nilai-nilai Adat Budaya Angkola kepada generasi muda, sesuai konsep 'Think globally and act locally' yang maksudnya untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif budaya global.
"Adapun judul buku untuk kelas V SD Aksara Batak Angkola, kelas VI SD Partuturon, kelas VII SMP Naposo Bulung, Cerita Rakyat dan Kearipan Lokal, kelas VIIl Mengenal Upacara Adat dan Tata Cara Upacara Adat, kelas IX Seni Budaya Angkola dan Makkobar di Sidang Adat," kata Zainal.
Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution dalam pertemuan menyampaikan bahasa daerah wajib masuk mata pelajaran muatan lokal, dan direncanakan pada tahun ajaran 2022/2023. Mata pelajaran ini sudah harus masuk dalam tahun ajaran baru.
BACA JUGA:
Polisi Tidak Tahan Dokter Pengguna Plat Palsu Konsulat RusiaUpaya yang dilakukan itu merupakan bagian dari pelestarian kearifan lokal yang ada di Kota Padangsidimpuan, khususnya bahasa daerah.
Irsan juga menyanpaikan ke depan program tersebut akan dilaksanakan di seluruh sekolah SD dan SMP. Intinya untuk melestarikan warisan budaya ini menjadi tanggung jawab beraama bukan hanya pemerintah.
Kepala Dinas Pendidikan Padangsidimpuan M. Lufti Siregar mengatakan telah mewacanakan untuk memasukkan mata pelajaran Bahasa Daerah pada Muatan Lokal (Mulok) di sekolah sekolah. Bahasa daerah yang masuk adalah Bahasa Angkola.
BACA JUGA:
Honor Penggali Kubur dan Bilal Mayat Kota Medan Cair 7 BulanBahasa daerah tersebut akan diterapkan secara menyeluruh di tingkat SD dan SMP. Saat ini, menurut Lutfi, pihaknya bersama tokoh adat dan guru bahasa sudah melakukan penyusunan buku bahasa daerah tersebut.
[br]
"Semoga saja pada tahun ajaran nanti, bahasa daerah itu sudah bisa dimasukan di dalam mata pelajaran Mulok," katanya.
Penerapan bahasa daerah di dalam mata pelajaran tentu ada maksud dan tujuannya. Apalagi selama ini banyak generasi muda yang sudah tidak fasih berbahasa daerah.
BACA JUGA:
Pengamat: Kasus KLB Sudah Berlalu, Herri Zulkarnain Instrospeksi Diri"Kami (Disdikbud) sangat berharap dengan adanya mata pelajaran bahasa daerah, siswa bisa lebih fasih dalam menggunakan bahasa daerah. Bahasa daerah dapat mengarahkan siswa untuk berkembang dalam lingkungan lokal, sehingga pembelajarannya juga penting karena dapat membangun dan menguatkan karakter bangsa," kata Lufti.