drberita.id | Amerika Serikat (AS) dan Filipina mendiskusikan kekhawatiran bersama akan aktifitas Kapal Cina di Laut Cina Selatan, Rabu, 31 Maret 2021.
Menurut juru bicara Gedung Putih dikutip dari Reuters, Senin 5 April 2021, diskusi itu dilakukan melalui sambungan telefon.
BACA JUGA :Sejenis Uber, Joby Aviation Perkenalkan Taksi Angkasa
Filipina mendeskripsikan ratusan Kapal Laut Cina di area Whitsun Reef yang termasuk dalam area 200 kilometer zona ekonomi eksklusif sebagai sebuah "Gerombolan dan Ancaman".
Kontradiksi dari keyakinan pemerintah Filipina bahwa kapal kapal tersebut di awaki oleh milisi militer. Cina sebaliknya menyebutkan bahwa kapal kapal tersebut sedang berlindung dari kondisi ancaman cuaca buruk dan tidak diawaki oleh militer.
[br]
"Jake Sullivan selaku Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat dan Hermogenes Esperon selaku Penasihat Keamanan Nasional Filipina sepakat untuk melanjutkan koordinasi secara intensif dalam menyikapi situasi dan kondisi di Laut Cina Selatan," papar juru bicara Gedung Putih.
"Sullivan menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat dengan tegas akan bersama sekutu Filipina dalam menegakkan Peraturan Maritim Internasional yang diperkuat dengan Perjanjian Keamanan Bersama Amerika Filipina di Laut Cina Selatan," tambahnya.
BACA JUGA :Korea Selatan Akan Terbitkan Paspor Vaksin Sistem Proteksi Blockchain
Kecaman serius juga telah digaungkan oleh Kanada, Jepang, Australia dan negara lain terhadap aksi Kapal Laut Cina tersebut.