Kesehatan Masyarakat

Anggota DPRD Kecewa Kepala BPJS dan Kadis Kesehatan Tak Hadir di Medan Maimun Jumpai Warga

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202501/_6020_Anggota-DPRD-Kecewa-Kepala-BPJS-dan-Kadis-Kesehatan-Tak-Hadir-di-Medan-Maimun-Jumpai-Warga.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Anggota DPRD Medan dari Fraksi Golkar Rommy Van Boy saat Sosper Kesehatan.
drberita.id -Anggota DPRD Medan dari Fraksi Golkar Rommy Van Boy menaruh perhatian terhadap persoalan sistem kesehatan di Kota Medan. Kepedulian wakil rakyat itu diwujudkan lewat sosialisasi perda (Sosper) Nomor 4 Tahun 2012 tentang sistem kesehatan Kota Medan, Minggu 19 Janurai 2025.

Sosper yang laksanakan di Kecamatan Medan Maimun dihadiri Camat Almuqarrom Natapraja, Kepala Puskesmas dr Adi Roja, dan Pengurus Golkar Kecamatan.

Anggota DPRD Medan Rommy Van Boy menyampaikan kekecewaannya karena ketidakhadiran Kepala BPJS Kota Medan, dan Kepala Dinas Kesehatan.

Rommy mengatakan persoalan kesehatan menjadi perioritas bagi warga Kota Medan, dan sangat diperlukan banyaknya edukasi kepasa warga, sehingga mengetahui proses dan syarat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal di setiap rumah sakit yang kerja sama dengan Pemerintah Kota Medan.

"Saya sangat kecewa dengan ketidakhadiran Kepala BPJS dan Kepala Dinas Kesehatan Medan, karena sosper sistem kesehatan ini harus dijawab langsung oleh pihak BPJS Kesehatan, dan Dinas Kesehatan Medan, karena kami sebagai anggota dewan tidak bisa menjawab secara spesifik terkait persoalan dan sistem BPJS Kesehatan seperti mana mestinya," ujar Rommy.

"Kalau bapak ibu tidak dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit, boleh telepon saya, dan catat nomor saya, dan saya akan coba membantu memfasilitasi bapak ibu untuk mendapatkan pengobatan di rumah sakit mana pun yang ada di Kota Medan. Jadi bapak dan ibu diharapkan bisa membantu saya memberikan informasi yang terjadi di lapangan, dan kalau bisa laporan bapak dan ibu itu harus benar benar real. Saya berharap agar semua warga dapat mendokumentasikan persoalan itu, sehingga menjadi bukti yang akurat," sambung Anggota DPRD Medan berdarah Tamil ini.

Rommy juga berharap agar semua warga Kota Medan dapat menjaga kesehatannya di tengah cuaca yang sedang tidak stabil saat ini.

"Saya juga mendoakan semoga kita selalu diberikan kesehatan, karena sehat itu mahal harganya. Lebih baik menjaga daripada mengobati," kata Rommy.

Camat Medan Maimun Almuqarrom Natapraja mengatakan sosper yang dilaksanakan Anggota DPRD Medan Rommy Van Boy sangat baik untuk warga agar mendapatkan edukasi dan pemahaman sistem kesehatan yang menjadi pokok persoalan.

"Saya mewakili Pemerintah Kota Medan, berharap pada warga agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan hikmad, sehingga semua persoalan terkait kesehatan dapat kita bahas di dalam sosper ini dan seluruh warga dapat mendapatkan manfaatnya terkhusus dalam bidang kesehatan," katanya.

Jasmani, salah seorang warga mengeluhkan persoalan sulitnya berobat di rumah sakit, karena tidak adanya pelayanan dan dipersulit karena tidak ada BPJS Kesehatan.

"Saya kemarin membawa orangtua sakit, ke rumah sakit di Jalan Multatuli, namun pelayanan di sana tidak baik, karena saya harus mengeluarkan biaya untuk pengobatan orangtua saya, meski saya sudah memberikan kartu identitas saya. Kami berharap kepada bapak Rommy Van Boy, agar dapat membantu kami terkait persoalan kesehatan," ungkapnya.

Rommy Van Boy pun menjelaskan program UHC yang sudah berjalan sangat baik ini, dan nantinya dimasa kepemimpinan Walikota terpilih dapat lebih ditingkatkan ke program UHC Premium guna mengevaluasi kualitas layanan dokter, efisiensi, dan total biaya.

"UHC (Universal Health Coverage) adalah konsep yang bertujuan untuk memberikan akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu kepada seluruh warga. Di Indonesia, program UHC diwujudkan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/KIS)," tutup Rommy.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

SPMB di Sumut, 5 Sekolah Favorit di Kota Medan, MARGASU Minta Penegak Hukum Tindak Tegas Agar Ada Efek Jera

Politik

DPRD Medan: Dari Blackout PLN, Warga Berhak Terima Kompensasi 35 Persen

Politik

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan Dilarang Masuk ke Objek Perkara Sengketa Lahan PT Jaguar Inti Perkasa

Politik

Dukung Kejati Sumut Ungkap Pelaku Pencairan 54 Cek Palsu Internal Bank Mandiri Cabang Medan Balai Kota

Politik

Anggota DPRD Dorong Walikota Medan Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong Pos Siskamling

Politik

Orangtua Calon Peserta POPKOT Medan 2026 Protes KONI dan Dispora