drberita.id -Aktivis 98 Ikhyar Velayati berharap ada respon dari elit
PDIP menanggapi pidato Presiden
Prabowo yang mengajak Negara Muslim bersatu membela kemerdekaan Palestina, pada konferensi ke 11 Developing Right (D-8) di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir.
"Saya menunggu respon dan komentar elit PDIP terhadap seruan Presiden Prabowo agar Negara Muslim bersatu mendukung kemerdekaan Palestina, ucapan dan tindakan Prabowo ini sama persis dengan Soekarno, tapi sampai hari ini belum ada satu kalimat pun yang keluar dari elit PDIP. Jangan jangan sudah berubah haluan pula seperti kasus PPN 12 persen," ungkap Ikhyar Velayati dalam keterangan tertulis, Kamis 26 Desember 2024.
Menurut Ikhyar, pidato Presiden Prabowo tersebut mendapat sambutan positif dari kepala negara maupun Umat Islam seluruh dunia, khususnya di Indonesia.
"Hampir semua kepala negara dan umat Islam mendukung pernyataan Presiden Prabowo, dan pastinya pidato Prabowo itu merupakan amanah konstitusi dan UUD 45," tegas Ikhyar.
Ikhyar menambahkan, mungkin elit PDIP gak menonton tv saat Presiden Prabowo pidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).
Diketahui, Presiden RI ke 8 Prabowo Subianto dengan tegas menyerukan pentingnya persatuan dan kerja sama Negara Muslim. Seruan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada sesi khusus KTT ke-11 Developing Eight (D-8) di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, pada 19 Desember 2024.
Prabowo mengatakan "kapan ini akan berakhir? Bagaimana kita bisa membantu Palestina kalau kita saling bermusuhan antar sesama? Mari kita jujur kepada rakyat kita".
Prabowo pun memastikan "Indonesia akan berusaha semaksimal mungkin, dengan cara apapun yang kita bisa, tapi saya mendorong persatuan. Saya mendorong kerjasama".