drberita.id -Hasil rapat kerja nasional Partai
Golkar menuju Pilpres 2024, yang berlangsung selama tiga hari, sejak Sabtu 3 Juni hingga Senin 5 Juni 2023, memutuskan untuk penetapan capres-cawapres di tangan Ketum Airlangga Hartarto.
Tokoh Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati menilai mandat yang diberikan kepada Airlangga Hartarto cermin dari melemahnya bargaining Golkar ketika bernegoisasi capres dengan KIB, KKIR maupun partai lain.
"Hasil rakernas yang memberikan mandat kepada Ketum Airlangga Hartarto untuk menetapkan koalisi maupun paket Capres Cawapres cerminan melemahnya bargaining Golkar ketika berhadapan dengan koalisi KIB, KKIR, maupun partai lain dalam mengusung Erlangga baik sebagai capres maupun sebagai cawapres," ungkap Ikhyar Velayati di Medan, Senin 5 Juni 2023.
Ikhyar mengatakan salah satu faktor yang membuat Golkar kewalahan untuk membentuk koalisi parpol mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres karena elektabilitasnya yang sangat rendah. "Bahkan ketika Airlangga diturunkan posisinya menjadi cawapres pun, juga tidak membuat partai lain bergeming," jelas Ikhyar.
Ikhyar menambahkan, elektabilitas Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang konsisten satu koma sejak tahun 2021 hingga saat ini merupakan anomali politik.
"Ini anomali sebenarnya, partai yang sudah pengalaman dan pernah berkuasa puluhan tahun, punya kekuatan logistik yang tidak terbatas, sosok yang diusung sedang menjabat menko, bersih, dan punya kinerja bagus, tapi mesin partai selama bertahun tahun tidak mampu menaikkan popularitas maupun elektabilitas Airlangga Hartarto, hanya mampu menempatkan Ketum Golkar dalam kisaran Casakom atau Capres Satu Koma, ada apa ini?," tandas Ikhyar.