Aktifis 98 Katakan Tidak Etis Tokoh NU Serang Ketum PKB

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir062022/_7463_Aktifis-98-Katakan-Tidak-Etis-Tokoh-NU-Serang-Ketum-PKB.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Muhammad Ikhyar Velayati Harahap dan Ketum PKB Cak Imin.

drberita.id | Tokoh Aktifis 98 Muhammad Ikhyar Velayati Harahap mengatakan tidak etis jika Tokoh NU menyerang pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang merupakan warisan Ulama NU.

"PKB adalah partai yang lahir dari rahim NU dan didirikan oleh para kyai sepuh NU sebagai aspirasi politik warga NU. Jadi tidak etis kalau ada tokoh atau kader NU menyerang para pimpinan PKB di depan publik, apalagi ejekan tersebut hanya berdasarkan like dan dislike. Menghina pimpinan partai warisan ulama (PKB) sebenarnya sama saja dengan menjatuhkan marwah para kyai sepuh NU," kata Ikhyar dalam rilisnya, Kamia 23 Juni 2022.

Ikhyar menjelaskan justru saat ini seluruh elemen di NU dan PKB di struktural maupun kultural dari seluruh tingkatan bersinergi memenangkan PKB dan politik kyai di 2024.

"Saat ini, seharusnya seluruh elemen NU dan PKB baik struktural maupun kultural dari seluruh tingkatan agar saling bersinergi untuk memenangkan PKB dan politik kyai dalam pileg maupun pilpres 2024, sehingga prinsip dan nilai nilai aswaja yaitu tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal dapat menjadi pegangan dan landasan dalam berbangsa dan bernegara, bukan malah saling ejek apalagi saling menjatuhkan," katanya.

BACA JUGA:SBY Bertemu JK Untuk Indonesia Lebih Baik

Ketua Relawan Jokowi, Jaringan Amar Ma'ruf Sumut, ini mengemukakan bahwa perlu diadakan silaturahmi akbar NU-PKB untuk membangun sinergitas serta persepsi yang sama dalam membangun politik ulama dan merealisasikan prinsip prinsip perjuangan NU yang diemban oleh PKB yaitu tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal.

Diberitakan, sebelumnya Yenni Wahid mengeluarkan komentar tentang Cak Imin dengan mengatakan agar para politisi untuk tidak memaksakan diri maju di pilpres 2024, terutama bagi politisi yang hasil surveynyà tidak terlalu baik.

Yenni juga mengatakan Ketua Umum PKB tidak boleh mengambil posisi bersebrangan dengan NU, kasian umat di bawah. Yenni juga menyebutkan bahwa dia bukan kader PKB Cak Imin, tetapi PKB Gusdur.

Kemudian, Cak Imin balik menyindir Yenny Wahid. Dia menyebut Yenny gagal bikin partai namun cawe cawe urusan internal PKB.

Sindiran Cak Imin ini disampaikan di akun resmi media sosialnya, Kamis 23 Juni 2022. Cak Imin tegas menyebut bahwa Yenny Wahid bukan kader atau bagian PKB.

BACA JUGA:KPK Cabut Hak Politik Mantan Walikota Tanjungbalai

"Yenny itu bukan PKB, bikin partai sendiri saja gagal lolos, beberapa kali pemilu nyerang PKB nggak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya, jadi ngapain ikut ikut ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu," kata Cak Imin dalam cuitannya.

Cak Imin diketahui memang memiliki hubungan yang tak mulus dengan keluarga Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Cak Imin kerap berseberangan, termasuk dengan putri Gus Dur, Yenny Wahid. "PKB sudah aman nyaman kok," ujar Cak Imin.

Penulis
: DR Berita
Editor
: Admin

Tag:

Berita Terkait

Politik

Massa Aksi: Kami Dilarang Demo Depan Rumah Dinas Kapolda Sumut, Rumah Gubernur Boleh

Politik

Formapera: Kelangkaan BBM di Sumut Kejahatan Kemanusiaan, Polisi Harus Periksa Pertamina Patra Niaga Sumbagut

Politik

5 Indikator Utama Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke-80

Politik

Aktivis 98 Sebut Pemerintah Menggembosi Aksi Mahasiswa

Politik

Saroha Manullang dari Kabag TU Jadi Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi

Politik

Menteri Imipas Dampingi Titiek Soeharto Lihat Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan