Sebelum Dilantik, Politisi Nasdem Minta Jokowi Ungkap Pembunuh 9 Korban Demo Bawaslu

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir072019/5325_Sebelum-Dilantik--Politisi-Nasdem-Minta-Jokowi-Ungkap-Pembunuh-9-Korban-Demo-Bawaslu---.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
Kisman Latumakulita
DINAMIKARAKYAT - Presiden Joko Widodo harus mengungkap pelaku pembunuhan terhadap sembilan orang di kawasan Bawaslu, Jakarta, pada 21 dan 22 Mei 2019. Siapa-siapa saja pelakunya harus dipastikan. Setelah itu pelakunya harus diproses secara hukum, termasuk kepada atasan dan komandan pelaku."Sebagai Capres yang sudah ditetapkan oleh KPU sebagai presiden terpilih, sebelum dilantik pak Jokowi perlu dibersihkan dari beban kematian sembilan orang anak bangsa kemarin," ujar politisi Partai Nasdem, Kisman Latumakulita kepada wartawan di Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.Menurut Kisman, hampir dipastikan peristiwa kematian sembilan orang itu sudah diketahui jaringan intelejen dunia melalui satelit dan google. Para pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) internasional juga mengetaui kenyataan ini. Peristiwa ini bisa menjadi beban pemerintah Jokowi di priode kedua nanti."Menemukan pelaku pembunuhan sembilan orang ini sangat penting dan strategis bagi pak Jokowi. Supaya ke depan, tidak menjadi beban politik yang menyandra pak Jokowi di mata masyarakat internasionbal, khususnya para pegiat HAM," ujar Kisman mengingatkan.Komunitas internasional, khususnya pegiat HAM dan lingkungan, biasanya suka mengaitkan. Bahkan kata Kisman, sampai menekan pemerintah atau lembaga keuangan internasional agar tidak memberikan pinjaman atau bantuan keuangan kepada pemerintah dari negara yang dinilai melanggar HAM dan merusak lingkungan.Kenyataan ini sudah dialami bebarapa perusahaan raksasa atau konglomerat Indonesia. Produk mereka seperti minyak sawit diboikot di pasar internasional. Mereka juga gagal mendapatkan pinjaman dari bank papan Amerika Serikat, Citibank karena dianggap merusak lingkungan.Kasus boikot dari Amerika dan Uni Eropa terhadap minyak sawit Indonesia harus dijadikan pelajaran berharga. Penyebabnya Indonesia dituduh merusak lingkungan karekla membakar lahan hutan perkebunan sawit. "Kematian sembilan orang di depan Bawaslu ini, jangan sampai dijadikan alasan Indonesia dutuduh pelanggar HAM seperti era di Orde Baru," kata KismanKisman berharap tidak ada lagi pemboikotan dari masyarakat internasional terhadap produk ekspor Indonesia hanya karena dituduh melanggar HAM. Apalagi pemerintah Jokowi pada 2018 kemarin mendapat rapor merah dari Konas HAM Indonesia terkait buruknya penegakan HAM di Indonesia."Untuk itu, sebaiknya sebelum dilantik pada 20 Oktober 2019 sebagai presiden Indonesia periode 2019-2024, Pak Jokowi harus memastikan dulu siapa-siapa saja pelaku pembuhanan sembilan orang di depan Bawaslu. Targetnya, agar pelakunya segera diproses secara hukum, termasuk kepada komandan dan atasan pelaku yang diduga memerintahkan," himbaunya.Al-Quran memerintahkan setiap muslim untuk menyelamatkan setiap nyawa manusia. Sebab menyelamatkan setiap nyawa manusia, sama artinya dengan menyelamatkan seluruh nayawa manusia. Sebaliknya, menghilangkan satu nyawa manusia, sama artinya dengan menghilangkan seluruh nyawa manusia"Keanehan terkait dengan kematian sembilan orang di depan Bawaslu, karena Kapolri Tito Karnavian telah memerintahkan seluruh aparat keamanan untuk tidak menggunakan peluru tajam saat mengamankan demonstrasi di depan Bawaslu 21 dan 22 Mei 2019. Pertanyaan, apakah sembilan orang yang meninggal tersebut akibat terkena peluru tajam atau peluru karet dan peluru hampa?" tanya KismanBila kematian ini akibat terkena peluru tajam, maka patut diduga ada institusi negara lain di luar kepolisian dan TNI yang ikut bermain di air keruh menunggangi peristriwa ini. Untuk itu, Jokowi harus dan terlibat menyelesaikan masalah ini agar tidak menjadi beban pada priode kedua.

"Konstitusi negara Pembukaan UUD 1945 memerintahkan negara melindungi seluruh tumpah darah Indonesia tanpa kecuali. Untuk itu, negara yang mewakili oleh pemerintah mutlak harus melakukan segala upaya untuk menemukan pelaku pembunuhan sembilan orang tersebut. Jika tidak, berpotensi Indonesia akan dikucilkan masyarakat internasional," kata Kisman. (art/drc)

Editor
: admin
Sumber
: rmol.id

Tag:

Berita Terkait

Politik

KPK Harus Tangkap Bobby Nasution Walau Menantu Jokowi, Tapi Gandi Parapat Tidak Berani Protes atau Kritik

Politik

Depan Gedung Merah Putih KPK, KAMAK Minta Prabowo Tegur Mantu Mantan Presiden Jokowi

Politik

Aktivis 98 Sebut Jokowi Korban Perang Asimetris Antek Asing OCCRP Untuk Jatuhkan Indonesia

Politik

RBS Duga Ada Misi Terselubung Jokowi Datang ke Sumut

Politik

Korwil PMPHI Sebut Pergantian Pj. Gubsu Keinginan Presiden Jokowi

Politik

Publik Puas Kinerja Jokowi, RPN: Bobby Nasution Bisa Menang Pilgubsu 2024