DRberita | Sejumlah masalah menyelimuti pelantikan pejabat eselon 3 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) pada awal tahun 2020. Mulai dari izin pindah sampai penempatan pejabat yang dilantik pada masing-masing OPD.Satu dari sejumlah permasalaha yang muncul itu adalah pejabat eselon 3 yang dilantik tapi dibatalkan menduduki jabatan. Sang kepala OPD pun tidak berkenan bercerita panjang lebar soal pembatalan itu.Alhasil pejabat eselon 3 yang dilantik itu tetap bertahan pada posisi jabatan semula di OPD asalnya di Jalan SM. Raja Medan. Sepertinya kesalahan itu sengaja terjadi dilakukan oleh oknum-oknum dari luar Baperjakat. Sayangnya Gubsu Edy Rahmayadi mengaku tidak mengetahui adanya kesalahan-kesalahan itu pada saat pelantikan eselon 3.Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari Sinik sudah menduga akan terjadi kesalahan-kesalahan pada pelantikan eselon 3 Pemprovsu yang dua kali dilakukan, yakni pertama 85 orang dan kedua 29 orang."Kalau saya bilang, itu pelantikan eselon 3 Pemprovsu abal-abal. Bisa terjadi kesalahan yang sangat fatal, orang yang dilantik tetapi batal menduduki jabatan. Kesalahan itu ada pada dua OPD yang terjadi, itu yang saya tahu," kata Sinik.Azhari Sinik juga mengungkapkan adanya pejabat dari luar internal Pemprovsu yang dilantik, tetapi izinnya tidak ada dari kepala daerah tempat asal pejabat eselon 3 itu. Ada juga pejabat eselon 3 yang dilantik tetapi tidak cocok disiplin ilmunya pada bidang yang ditempati."Info yang saya dapat, kalah tidak salah ada lima pejabat dari Pemko Medan yang dilantik jadi eselon 3 Pemprovsu. Tapi izinnya tidak ada, karena walikotanya masih Plt. Sekarang orang dari BKD lagi sibuk mengurus izinnya ke Kemendagri, karena Plt tidak bisa mengeluarkan izin pindah terkecuali dapat izin dari Kemendagri," terang Azhari.Keselahan yang lebih fatal lagi, kata Azhari, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak melakukan penyadapan mulai dari rencana sampai pelaksanaan pelantikan pejabat eselon 3 Pemprovsu."Saya juga dapat informasi adanya dugaan suap untuk mendapatakan jabatan eselon 3 itu, infonya yang jadi tukang pikul ke masing-masing pejabat eselon 3 yang dilantik itu oknum dari BKD," cetus Azhari.Namun semua itu sudah berlalu dan sudah terjadi, Azhari berharap Gubsu Edy Rahmayadi dan Baperjakat yang dipimpin Sekda Sabri kedepannya lebih jeli dan mawas diri.
"Infonya lagi bakal ada pelantikan eselon 3 pada bulan Maret mendatang, karena banyak eselon 3 bulan Februari ini yang pensiun," kata Azhari Sinik. (art/drc)