DRberita | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memastikan Pemprovsu tidak akan memusnahkan ternak babi yang terjangkit virus Afrikan Swain Fever (ASF). Virus tersebut ternyata tidak menular ke manusia dan hewan lainnya, hanya kepada babi."Saya tidak ada niat untuk melakukan pemusnahan terhadap ternak babi," kata Edy kepada 40 orang anggota KKDBI di Kantor DPRD Sumut, Kamis 13 Februari 2020.Pertemua Edy dengan Komunitas Komsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI) dipasilitasi Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting.Hadiri dalam pertemuan Kapolda Irjen Pol Martuani Sormin, Kajati Amir Yanto, Kadis Perternakan Azhar Harahap, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Sugiatno, anggota DPRD Anwar Sani Tarigan, Syahrul Efendi Siregar.Ketua KKDBI Murniati Tobing, Sekretaris Sondang Hasugian, Wakil Ketua Yonge Sihombing dan seluruh penggurus.Edy menjelaskan, virus babi tersebut mulai terjadi 25 September 2019. Atas kejadian tersebut, 10 November 2019 Pemprovsu melakukan rapat dengan pimpinan daerah serta istansi terkait untuk mencari penyebab kematian ternak babi secara mendadak."Saya telah membentuk tim yang melibatkan GMKI untuk bersama-sama mencari penyebab kematian babi serta menghimbau kepada pertenak untuk tidak membuang bangkai babi ke aliran sungai," kata Edy."Kami telah berkoordinasi dengan Kementrian Peternakan bahwa kematian babi disebakan oleh Virus ASF bukan virus kolera," sambungnya.Edy juga menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada ditemukan vaksi untuk mengobati virus ASF. "Dimana sampai saat ini belum ditemukan obatnya, dan virus ini tidak menular kepada manusia dan hewan lainnya, hanya kepada babi," kata Edy.Sebelumnya, Ketua KKDBI Murniati Tobing menyampaikan maksud dan tujuan audensi tersebut dikarenakan adanya pemberitaan di media massa tentang pemusnahan babi.
"Sehingga kami dari KKBDI ingin mendengarkan langsung pernyataan itu dari bapak Gubernur Sumatera Utara," kata Murniati. (art/drc)