Kecuali Papua, 100 Persen TNI AD Kawal Pelantikan Jokowi

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir102019/8131_Kecuali-Papua--100-Persen-TNI-AD-Kawal-Pelantikan-Jokowi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
KSAD Jenderal Andika Perkasa.
DRberita | Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan perkembangan keamanan wilayah di Indonesia menjelang pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang sangat baik."Kami semua kumpul dalam rangka untuk meng-update situasi terakhir di semua wilayah tapi dalam hal ini kecuali di Papua, karena memang mereka sedang fokus operasi di wilayahnya. Kami minta update tentang situasi terakhir jadi secara umum perkembangan sebetulnya sudah sangat-sangat baik," kata Jenderal Andika Perkasa di Jakarta, Rabu 9 Oktober 2019.Menurutnya, memang ada beberapa daerah yang saat ini menjadi perhatian dan masuk inventarisasi TNI AD sebagai wilayah-wilayah yang berpotensi rawan."30 persen itu adalah estimasi setelah kita inventarisasi, kita semakin tahu perlu fokus di daerah mana saja, kita sudah merencanakan menyiapkan dari titik-titik yang kita anggap tidak terlalu rawan untuk, menyiapkan pasukan-pasukan sehingga apabila dibutuhkan itu bisa kita gerakkan ke titik yang menjadi pusat," ujarnya.Andika mengatakan, untuk personel pengamanan, mengerahkan hampir 100 persen kekuatan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik."Kita mengerahkan semua seluruh jajaran, bukan hanya satuan tempur, tapi juga satuan teritorial, kalau jumlah hampir 100 persen kekuatan angkatan darat, bukan untuk 'standby force', tetapi semuanya siap untuk membantu menciptakan kondisi yang lebih bagus," kata Andika.Untuk saat ini, menurut dia, hanya ada dua persoalan yang menonjol, yakni adanya rencana demonstrasi, terutama di beberapa daerah yang sudah menginformasikan akan menggelar aksi."Tapi rencana demonstrasi itu pun tidak terlihat, paling tidak sampai hari ini tidak terlihat di semua wilayah, ada beberapa daerah yang secara faktual memang sudah mendapatkan informasi tanggal pelaksanaan maupun tempatnya, tapi itu sangat sedikit," kata dia.Kemudian, persoalan kedua, menurut dia, terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus diupayakan penanganan dan pemadaman api.

"Semua sudah bekerja keras, untuk berusaha menangani dan memadamkan sebisa mereka dengan bekerjasama semua instansi, leading sektornya dalam hal ini BNPB, kita semua para panglima kodam dan panglima korem semuanya membantu all out," ujarnya. (art/drb)

Editor
: admin
Sumber
: republika.co.id

Tag:

Berita Terkait

Politik

Ehang 216, Heli IMI Tanpa Pilot Dikunjungi Presiden Jokowi

Politik

Presiden Jokowi ke Afrika, Pengusaha Mozambique dan Pebisnis Indonesia Sepakat Majukan Perdagangan Dua Negara

Politik

Musra Sumut Tentukan Arah Dukungan Capres 2024 dan Pembangunan Sumut

Politik

Vonis 1 Tahun Bandar Judi TS Cederai Komitmen Presiden Jokowi

Politik

Hasbil: Pesta Demokrasi, Jangan Diusik!

Politik

Rakyat Dukung Hemat Energi, Formapera Desak PLN Jalankan Program Kompor Induksi