Kapolda tak Datang, Rakor Karhutla Dipimpin Gubsu Tetap Berlangsung

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir092019/2572_Kapolda-tak-Datang--Rakor-Karhutla-Dipimpin-Gubsu-Tetap-Berlangsung-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
Rakor Karhutla wilayah Sumut di Kantor Gubsu.
DRberita | Rapat koordinasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Utara tetap berlangsung meski tidak dihadiri oleh Kapolda Irjen Pol Agus Andrianto. Agus diwakilik Wakapolda Brigjen Pol Mardiaz Kusin DwihanantoRapat koordinasi (Rakor) dilaksanakan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Jumat 20 September 2019, dipimpin langsung oleh Gubernur Edy Rahmayadi yang bertindak sebagai Dansatgas Karhutla. Rakor karhutla ini dihadiri lebih kurang 200 orang dari sejumlah instansi di antaranya dari Pemprovsu, Kodam I/BB, Polda Sumut, Danlantamal, Danlanud, Pangkosek, Kejatisu, Pengadilan dan lainnya.Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta rakor yang hadir pada saat itu.Edy mengatakan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dimintanya agar peduli terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan. Dengan membentuk posko kesehatan kiranya dapat mengantisipasi jatuhnya korban akibat dari asap karhutla dan membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak."Kerjasama Tni, Polri dan Pemerintah untuk pemantauan hot spot di lapangan. Untuk dunia usaha, agar dapat melengkapi infrastruktur guna mendukung pencegahan dan penanganan asap akibat karhutla," ucapanya.Pangdam I/BB Mayjen TNI MS. Fadillah memaparkan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan di Wilayah Sumatera sudah mencapai 95%. Hal itu diakibatkan oleh manusia, mau itu perorangan ataupun kelompok."Tolong dari segala elemen yang teratas sampai tingkat bawah harus ikut serta menjaga, jangan sampai seperti kejadian di Jambi, TNI dan Polri dikroyok oleh penggarap," ujar Fadillah."Kita cinta Sumatera Utara, harus bersama, kita sama-sama menjaga. Koorporasi yang mendapat hak untuk mengelola lahan dan tidak dikelola sehingga menjadi cikal bakal untuk perorangan mencari keuntungan. TNI dan Polri disetiap sektor sudah membentuk satgas-satgas di setiap daerah," paparnya.Sementara, Wakapolda Sumut Brigjen POl Mardiaz Kusin Dwihananto menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolda Irjen Pol Agus Andrianto kepada gubernur dalam rakor karhutla di wilayah Sumut.

Mardiaz mengimbau kepada segala lapisan masyarakat untuk sama-sama menjaga lahan khususnya pada kepala daerah di kabupaten kota. "Agar para bupati bisa bekerja sama dengan Kodim dan Polres untuk mendata kelompok petani yang ada di wilayahnya masing-masing, memberikan penyuluhan tentang bahaya karhutla," ucap Mardiaz. (art/drb)

Editor
: admin

Tag:

Berita Terkait

Politik

Keberhasilan Edy Rahmayadi Mimpin Sumut Patut Diapresiasi dan Dilanjutkan

Politik

Bobby Nasution Salah Alamat Sebut Proyek Rumah Dinas Gubsu Rp. 2 Miliar ke Edy Rahmayadi

Politik

Edy Rahmayadi: Kita Percaya Pada Dukungan Tulus Masyarakat Sumut

Politik

Tiba di Puncak Barokah, Edy Rahmayadi Ingin Jadi Pemimpin Bermoral

Politik

Edy Rahmayadi Dapat Gelar Mangaraja Sojuangon Perkasa Alam Nasution dari Raja-raja Mandailing

Politik

Ribka Tjiptaning Ajak Kader PDI Perjuangan Tapteng Menangkan Edy Rahmayadi - Hasan Basri