Alumni Minta KASN Beri Sanksi Rektor UINSU

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir022020/6250_Alumni-Minta-KASN-Beri-Sanksi-Rektor-UINSU.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
istimewa
Rektor UINSU Prof Saidurrahman

DRberita | Komite Aparatur Sipil Negeri (KASN) seharusnya memberikan sanksi administrasi kepada Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Saidurrahman, terkait perintah peminjaman uang ke bank oleh 15 ASN dengan cara menggadaikan SK Pegawai.

Demikian dikatakan Safruddin Lubis SH.I kepada wartawan di kawasan Jalan Panglima Denai, Rabu 5 Februari 2020.

"Cocoknya Rektor UINSU itu diberi sanksi oleh KASN, biar tahu dirinya agar tidak suka-sukanya menyuruh ASN minjam uang ke bank untuk kepentingannya," kata Safruddin.

Safruddin menilai, Rektor UINSU Prof Saidurrahman tidak pantas lagi memimpin kampus kebanggaan umat islam di Sumatera Utara ini. Menurutnya, bisa semakin parah nantinya kondisi moral ASN dan mahasiswa yang ada di kampus UINSU."Kita harapkan juga dari KASN merekomendasikan ke Menteri Agama agar rektor periode selanjutnya bukan lagi Saidurrahman, begitu juga kita memminta kepada jaksa dan KPK untuk membuktikan dugaan korupsi gedung kuliah terpadu UINSU yang pembangunannya kini tidak berlanjut alias mangkrak," kata safruddin.Diketahui, sejak dilantik 2016, Rektor UINSU Prof Saidurrahman sudah dua kali memerintahkan 15 Aparatur Sipil Negeri (ASN) meminjam uang ke Bank Puda Artha Insani. Pinjaman itu dilakukan dengan cara menggadaikan SK Pegawai.Pinjaman uang pertama dilakukan ke Bank Puda Artha Insani, lunas pada pertengahan 2017 dan pinjaman yang kedua baru lunas pada awal 2020."Pinjaman pertama lunas pertengahan 2017. Terus pada 2018, kami disuruh minjam lagi ke Bank Puda Artha Insani. Pinjaman yang 2018 itu lunas pada Rabu 8 Januari 2020," kata sumber, Sabtu 1 Februari 2010.Anehnya, jumlah uang yang dipinjam tidak diketahui oleh masing-masing ASN. Padahal pinjaman itu dilakukan atas nama pribadi masing-masing ASN. Setelah cair, uang pun langsung masuk ke rekening Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU)."Untuk jumlahnya kami tak tahu. Yang tahu hanya pak rektor, WK (wakil rektor) 2 dan dirut bank nya," kata sumber tersebut."Duitnya ga ada ke kami, tau pun tidak kami entah kapan cairnya," sambungnya.Sumber mengakui baru kali ini mereka punya rektor yang kelakuannya demikian. Suka meminjam uang ke bank dengan mengorbankan ASN. "Sudah lama, aslinya mungkin demikian dia orangnya," katanya."Ga sanggup kami, kami serahkan ke Allah saja, yang maha kuasa, yang maha mampu mengalahkan yang berkuasa dan serakah. Makasih supportnya ya bro," kata ASN.Direktur Utama (Dirut) Bank Puda Artha Insani Safaruddin Siregar tidak membantah adanya pinjaman 15 ASN UINSU untuk menutupi kas kosong pascapelantikan rektor Prof Saidurrahman.

"Itu sdh selesai/lunas," jawab Safaruddin melalui pesan whatapp, Rabu 29 Januari 2020. (art/drc)

Penulis
: Artam
Editor
: Gambrenk

Tag:

Berita Terkait

Politik

Kata Sabrina, Pelantikan Pejabat Eselon 2 Dalam Minggu Ini

Politik

Belum Ada Jawaban dari Ketua KASN, Jabatan Eselon 2 Pemprovsu Banyak Kosong

Politik

Mahasiswa UINSU Minta Menag Beri Rekor MURI ke Gedung Mangkrak

Politik

Antony Sinaga Ucapakan Terima Kasih ke Ombudsman Sumut, Ini Katanya

Politik

KASN Selesai: Antony Bergaya Edy Tak Berdaya

Politik

Dapat Teguran Keras KASN, Gubsu Beri Jabatan Untuk Antony