2 Tahun Edy-Ijeck, Kelompok Mahasiswa Beri Kartu Merah

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir082020/_2065_2-Tahun-Edy-Ijeck--Kelompok-Mahasiswa-Beri-Kartu-Merah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Istimewa
Paulus Gulo, Abdul Razak Nasution, Azlansyah Hasibuan.

drberita.id | Dua tahun masa kepemimpinan Edy-Ijeck sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinai Sumatera Utara, belum membuktikan visi misinya. Kelompok mahasiswa pun memberi kartu merah.

Menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75, Kelompok Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) di Sumatera Utara, menilai kinerja Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah atau Ijeck belum signifikan.

Azlansyah Hasibuan, Ketua PMII Sumut mengatakan dua tahun kepemimpinan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah tidak ada kemajuan yang signifikan terhadap Provinsi Sumatera Utara di sektor infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga :Bawaslu Bongkar "Bobrok" Kerja KPU Medan

"Sebagaimana kita ketahui, saat ini masih banyak jalan provinsi dan nasional yang rusak parah, khususnya di daerah perbatasan. Begitu juga pendidikan dan kesehatan. Ini artinya Pak Edy dan Pak Ijeck lemah, tidak mampu berkoordinasi dengan baik ke pemerintah pusat. Kita harapkan ke depannya Gubsu dan Wagubsu memperhatikan ini, kalau tidak sanggup mundur saja," tegas Azlan.

Ketua GMNI Sumut, Paulus Gulo juga mengatakan kebijakan yang dibuat dalam menjalankan tata kelola organisasi pemerintah masih carut marut. Banyaknya jabatan Eselon 2 yang dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

"Manajemen birokrasi Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara masih jauh dari harapan. Misalnya saja soal jabatan eselon 2 yang masih dijabat pelaksana tugas atau Plt. Padahal Edy dan Ijeck sudah mendapat tegur keras dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait carut marutnya lelang jabatan di Pemprovsu," kata Paulus.

Sementara itu, Ketua HIMMAH Sumut, Abdul Razak Nasution menegaskan, Edy dan Ijeck gagal menerjemahkan visi dan misi "Sumut Bermartabat" yang dielu-elukan pada masa kampanye 2018.

"Jelaskan kepada rakyat, di mana martabat Sumut ketika menjadi provinsi yang paling buruk mengelola anggaran covid. Di mana martabat Sumut ketika citra gubernur yang muncul ke hanya sifat tempramental tanpa solusi kongkrit. Atau sebutkan satu saja prestasi Gubernur dan Wakil Gubernur selama dua tahun ini," tegas Razak.

Baca Juga :Dirut KIM Tersangka Dugaan Korupsi Daging Impor

"Jangan-jangan, kegiatan seremonial peletakan batu pertama Sport Center dengan nilai fantastis, mencapai Rp 7,8 triliun pada hari ini (Jumat 14 Agustus 2020), justeru dijadikan topeng untuk menutupi kegagalan-kegagalan Edy dan Ijeck," sambungnya.

Kelompok mahasiswa di Sumut, kata mereka bertiga, saat ini menyatakan dan memberikan kartu merah kepada Edy dan Ijeck sebagai pemimpin Sumatera Utara.

art/drb

Penulis
: Muhammad Artam
Editor
: Gambrenk

Tag:

Berita Terkait

Politik

Hafiz Tampubolon Pimpin HIMMAH Deli Serdang

Politik

Sumatera Utara Hampir Punya PLTG di Kabupaten Batubara, Saat Edy Rahmayadi Gubernur Sumut

Politik

GMNI: PLN Total Blackout Ancaman Serius Ketahanan Nasional dan Stabilitas Kawasan Strategis

Politik

Pelantikan PW Sumut, Abdul Razak Nasution: Jati Diri dan Prinsip HIMMAH Tidak Pernah Berubah

Politik

Masalah Perkebunan Milik Pemprov Sumut Dibawa ke Kejaksaan

Politik

Birokrasi Pemprov Sumut: Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Jadi Masalah Bobby Nasution