LIRA Sesalkan Pasar Murah Pemko Medan di Tengah Wabah Corona

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir042020/_6633_-LIRA-Sesalkan-Pasar-Murah-Pemko-Medan-di-Tengah-Wabah-Corona.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
istimewa
Camat LSM LIRA Medan Denai FR. Nasution
DRberita | Pasar murah yang dibuka oleh Pemko Medan di tengah wabah Virus Corona (Covid-19) sangat disesalkan. Ada kesan Pemko Medan mencari keuntungan pada saat rakyat lagi dalam kesusahan.

Camat LSM LIRA Medan Denai FR. Nasution sangat menyesalkan kebijakan Pemko Medan yang membuka pasar murah di tengah wabah virus corona yang lagi merebak.

"Apa tidak ada lagi masukan (PAD) yang didapat oleh Pemko Medan, sehingga kini mereka tega juga membuka pasar murah. Kan dari APBD juga modal mereka membuka pasar murah itu, apa tidak sebaiknya janji beras gratis 5 kg itu yang mereka selesaikan. Kalau mau menyari untung jangan pakai modal APBD, pakai uang sendiri lah," ungkap Camat LSM LIRA Medan Denai FR. Nasution di Masjid Al Khasanah, Jalan Pasar Merah Ujung, Senin 27 April 2020.

"Jangan gara-gara pasar murah ini, kemarahan masyarakat memuncak karena beras gratis yang dijanjikan tidak kunjung ada. Ini gila namanya," sambungnya.

Bantuan pribadi dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan ASN Pemprovsu kepada 21 kecamatan, kata FR. Nasution, seharusnya tidak perlu dilakukan. Karena waktunya bersamaan dengan pasar murah yang dibuka Pemko Medan.

LSM LIRA Medan Denai, lanjut FR. Nasution, akan melakukan investigasi atas bantuan pribadi Gubernur Sumut dan ASN yang diterima 21 kecamatan, khususnya di Kecamatan Medan Denai. Jika terbukti terjadi adanya penyelewengan, hal itu akan mereka laporkan ke penegak hukum.

"Sepenuhnya LIRA mendukung bantuan pribadi Gubsu dan ASN itu ke 21 kecamatan, tapi patut kami duga juga. Jika kami temukan penyimpangan dalam penyaluran bantuan itu, kami tidak akan segan-segan melaporkan itu ke polisi," tegas FR. Nasution.

Diketahui, sebanyak 31 kecamatan menerima bantuan secara pribadi dari Gubernur Sumatera Utara dan ASN dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Adalah 21 kecamatan di Kota Medan, 10 kecamatan di Kabupaten Deliserdang.

"Daftar bantuan itu benar, uang pribadi (zakat, infak, sedekah, parpuluhan) kami," ucap Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Hj. R. Sabrina, melalui pesan WhatsApp, Sabtu 25 April 2020.

Penyerahan bantuan tersebut serentak dilakukan ke 31 kecamatan. "Hari ini diserahkan serentak di 21 kec di kota medan dan 10 kec di kab deli serdang. Paket berupa beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter," ucap Sabrina.

Terkait APBD Sumut 2020 sebesar Rp 1,5 triliun yang digunakan untuk mengatasi dampak penyebaran Virus Corona (Covid-19), Sabrina memastikan penggunaanya bertaham dilakukan. "Apbd sumut Rp 1.5 T bertahap (3 tahap), utk kegiatan yg berkenaan dgn Kesehatan, Jaring Pengaman Sosial dan Dampak ekonomi," katanya.

(art/drb)

Penulis
: Artam
Editor
: Bornok

Tag:

Berita Terkait

Politik

Kabar Makelar Proyek dan Jabatan di Pemko Medan Dibawa ke DPRD Provinsi Sumut

Politik

LBH Laporkan APBD Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang Untuk Polrestabes ke Ombudsman RI

Politik

Gen Z Sumut Kritisi Pimpinan DPRD Sumut yang Kabarnya Jadi Makelar Proyek dan Jabatan di Pemko Medan

Politik

Pengamat: SiLPA Pemko Medan Tidak Wajar

Politik

Rico Waas: Keuangan Pemko Medan Sehat, Tidak Ada Utang Jangka Panjang Bebani APBD

Politik

LPK Majime Tawarkan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri ke Pemko Medan