drberita.id | Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI) menilai Walikota Medan Bobby Nasution belum matang atau dewasa menghadapi wartawan. Kejadian akses wawancara ditutup Paspampres harus menjadi pelajaran.
Kejaidan itu dianggap fatal sebab Bobby tidak mampu memposisikan dirinya sebagai keluarga Presiden atau sebagai negarawan.
AHY Tak Nyesal Keluar dari TNI
"Meskipun ia menantu Presiden, tapi Bobby Nasution itu belum matang. Dia itu Walikota Medan, pejabat publik dan pelayan masyarakat," ungkap Direktur FKWI, Moch. Hendrik Paris Hutapea, SH didampingi Sekretaris T. Prasetiyo, MIKom, Jumat 16 April 2021.
"Jika sikap buruk seperti itu terus dipertahankan, maka dapat dipastikan berimbas pada pengawasan pelayanan publik di Kota Medan, yang selama ini wartawan turut andil menjalankan tugasnya sebagai sosial kontrol," sambungnya.
Hendrik juga menambahkan bahwa kerja Walikota Medan tidak bisa terlepas dari tugas-tugas wartawan yang sudah diatur dalam UU Pers Nomor 40 tahun 1999 sebagai payung hukum.
AJI Protes Walikota Medan: Berikut Kronologis Pengusiran Jurnalis
"Siapa yang kenal Bobby dan aktitasnya tanpa kerja-kerja wartawan. Jadi fungsi pers, dan fungsi Bobby sebagai Walikota Medan harus selaras," tutup Hendrik.