Rakyat Harus Selektif Pilih Calon Pemimpin di Pilkada Serentak

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir082020/_6495_Rakyat-Harus-Selektif-Pilih-Calon-Pemimpin-di-Pilkada-Serentak.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Foto: Istimewa
Zakaria Rambe.

drberita.id | Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember, rakyat khususnya di Sumut, harus selektif memilih calon pemimpin. Lima tahun ke depan pemimpin terpilih merupakan penentu kemajuan suatu daerah.

"Masyarakat harus selektif memilih kepala daerag, tidaklah segampang membalikan telapak tangan. Kalaulah masyarakat kurang selektif, ini akan berdampak buruk bagi masa depan suatu daerah khususnya masyarakat itu sendiri," ungkap Pemerhati Sosial, Zakaria Rambe di Medan, Senin 17 Agustus 2020.

Pendiri dan Pengawas KAUM (Korps Advocad Alumni UMSU) yang juga pendiri LBH Pembela Pers Indonesia (PPI) ini secara gamblang mengatakan masyarakat itu merupakan raja tetapi bukan raja sehari, melainkan raja selamanya. Karena kadaulatan itu ada di tangan rakyat.

Baca Juga :Turis Diusir dari Bali Jelang HUT RI ke 75 Tahun

Artinya, masyarakat jangan lagi mau dipolitisasi dan dipolitisir oleh calon kepala daerah, termasuk juga okeh elit partai yang merupakan perahu sebagai pengusung.

"Silahkan calon kepala daerah memaparkan visi-misinya dan menebar janji. Namun kelak semuanya harus kita minta pertanggungjawabannya secara hukum dan moral," kata Zakaria.

Soal cost politik, alummi Fakultas Hukum Universitas Muhammadyah Sumatera Utara, ini mengatakan hal itu merupakan tanggung jawab calon kepala daerah serta partai pengusung, dan jangan salahkan masyarakat sehingga ada unsur balas denda.

Di balik itu semua, masyarakat juga harus pintar memyikapinya dengan memilih calon yang kapabel, intelektual serta pemberani, tegas dan bijaksana dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengemban amanah rakyat.

Khusus Kota Sibolga, moment yang paling tepat bagi masyarakat Sibolga agar bijak dan selektif memilih pemimpinnya. Ini tidak lain agar kepala daerah yang dipilih nantinya dapat menjadikan Kota Sibolga dari 33 kabupaten kota, sebagai iconnya Sumatera Utara.

Baca Juga :Bullyid Luncurkan Program Revenge Porn Help Centre

"Kota Sibolga sangat potensial dari semua sisi, baik alamnya dan sosial budaya, serta adat istiadat masyarakatnya, memiliki mental yang tangguh, taat beribadah, kejujuran dan intelektualitasnya," tandas Zakaria Rambe.

art/drb

Penulis
: Sani
Editor
: Gmbrenk

Tag:

Berita Terkait

Berita

Petugas KPPS Datangi Pemilih Lansia

Berita

RBS Berharap Jaksa Agung Tertibkan Jajaran Kejaksaan Negeri di Pilkada Serentak Sumut

Berita

Blok Sumut Ingatkan Kejaksaan Untuk Netral di Pilkada Serentak

Berita

Anggota DPD RI Sebut Pilkada Serentak Momentum Pilih Pemimpin Berintegritas

Berita

3 Pj Bupati Dilantik, Edy: Ingat anda bukan bupati

Berita

Walikota Binjai Terpilih Meninggal Positif Covid-19