drberita.id | Dari delapan kecamatan, Aek Kuo merupakan satu-satunya kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), pada akses jalan masuk milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab).
Kondisi geografisnya yang dikelilingi areal perkebunan dari sejumlah perusahaan, praktis membuat akses menuju kecamatan yang merupakan hasil pemekaran Kecamatan Aek Natas ini hanya bisa ditempuh dengan melewati badan jalan milik perusahaan-perusahaan perkebunan tersebut.
Kondisi yang telah berlangsung puluhan tahun sejak dimekarkan ini diungkapkan oleh Ahmad, warga Aek Kuo, saat kampanye terbatas pasangan calon bupati Dwi Prantara - Edi Sampurna Rambey di Desa Perkebunan Panigoran, Selasa, 6 Oktober 2020.
Baca Juga :Kapolsek Sunggal Bantah Tahanan Tewas Dianiaya Anggota
Ahmad menjelaskan, warga Aek Kuo telah berulangkali membuat permohonan kepada Pemkab Labura agar memberi perhatian pada masalah ini, namun hingga saat ini belum pernah direalisasikan.
"Tentang jalan ini sudah kami usulkan berulangkali kepada Pemkab, selama ini selalu dijawab dengan janji-janji manis, namun hingga saat ini tak pernah terealisasi," ungkap Ahmad.
Menyikapi hal ini, calon Bupati Dwi Prantara berjanji akan memperjuangkan perihal jalan tersebut. Jika terpilih nanti, pemerintahnnya akan menjalin komunikasi dengan pihak perkebunan agar dapat melepaskan sebagian arealnya untuk dijadikan badan jalan milik pemerintah.
"Kita akan lakukan komunikasi dengan manajemen perusahaan perkebunan, baik di level terendah hingga ke level puncak dari manajemen mereka. Ini hanya persoalan kemauan untuk membangun. Jika dikomunikasikan dengan baik, tentunya manajemen perusahaan akan merespon dengan baik pula. Insyah Allah, Aek Kuo ini akan memiliki badan jalan sebagai akses masuk menuju kemari, dan tentunya badan jalan itu sudah merupakan aset pemerintah daerah," papar Dwi.
Dwi Prantara menerangkan, kehadiran perusahaan perkebunan ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai lapangan pekerjaan yang merupakan sumber pendapatan ekokomi warga. Pendekatan komunikasi akan dilakukan, namun jika perusahaan tidak mengindahkan kebutuhan masyarakat terkait jalan, maka pihaknya kelak akan mengambil langkah-langkah tegas.
Baca Juga :BPN Medan Lagi Teliti Kasus Jalan Sebelah STTC Belawan
Pantauan DRberita, selain hanya bisa diakses melalui badan jalan milik perkebunan, kondisi jalan juga sangat sulit untuk dilalui. Kondisi jalan yang berbatu tampak sangat menyulitkan bagi kendaraan berukuran kecil untuk lewat.
art/drb