Untuk Blangko KTP-el dan DKPP, Kemendagri Minta Tambahan Anggaran Pilkada 2020

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir012020/4500_Untuk-Blangko-KTP-el-dan-DKPP--Kemendagri-Minta-Tambahan-Anggaran-Pilkada-2020.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
Mendagri Tito Karnavian
DRberita | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membutuhkan tambahan anggaran Rp 147 miliar untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 270 daerah pada September mendatang. Tambahan anggaran itu salah satunya untuk menambah blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Kebutuhan tersebut seiring dengan bencana banjir beberapa waktu lalu yang menyebabkan banyak warga kehilangan KTP-El. "Otomatis kan bertambah lagi kebutuhannya," ucapnya ketika ditemui usai rapat koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin 13 Januari 2020.Tapi, Tito tidak menyebutkan besaran anggaran yang dibutuhkan secara rinci. Ia hanya mengatakan, blangko yang tersedia saat ini sekitar 16 juta keping, sedangkan kebutuhan hingga akhir tahun adalah 30 juta keping.Tito mengatakan, pihaknya akan segera membuat dokumen pengajuan penambahan anggaran secara detail seperti yang diminta Kemenkeu. Setidaknya bulan Februari atau Maret, anggaran itu sudah cair sehingga pemerintah dapat melaksanakan persiapan Pilkada dengan kecepatan penuh.Untuk tahun anggaran 2020, Tito mengatakan, Kemendagri sebenarnya sudah mengajukan anggaran Rp 157 miliar. Hanya saja, dana yang dicairkan baru Rp 10 miliar dan total itu diyakini tidak mencukupi kebutuhan blangko KTP-el sampai akhir tahun.Dengan anggaran yang sudah ada, Tito memperkirakan, blangko KTP-El kemungkinan akan habis pada Mei atau Juni. Kondisi serupa terjadi pada tahun lalu di beberapa daerah, namun telah dipenuhi.Selain untuk pengadaan blangko KTP-el, tambahan anggaran juga dibutuhkan guna memfasilitasi kegiatan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum atau DKPP. Diketahui, per akhir tahun lalu, organisasi DKPP sudah dimigrasi ke pengawasan Kemendagri dari semula di bawah BawasluTito berharap, proses pencairan dapat dilakukan dengan cepat. Sebab, persiapan Pilkada sudah harus dimulai. "DKPP harus sudah bekerja mengawasi KPU dan Bawaslu enam bulan sebelumnya," ujarnya. Setelah kekurangan anggaran sudah dipenuhi, Kemendagri akan segera menyerahkannya ke DKPP. Lembaga yang dikhususkan untuk mengimbangi dan mengawasi (check and balance) kinerja dari KPU dan Bawaslu serta jajarannya itu diberikan kewenangan untuk mengelola dana sendiri.

Meski melakukan pengawasan, Tito memastikan, Kemendagri tidak akan ikut campur terhadap independensi DKPP. "Kemendagri hanya bertugas memberikan dukungan untuk organisasi dari sisi personel dan anggaran," ujarnya. (art/drc)

Editor
: Gambrenk
Sumber
: republika.co.id

Tag:

Berita Terkait

Berita

Petugas KPPS Datangi Pemilih Lansia

Berita

RBS Berharap Jaksa Agung Tertibkan Jajaran Kejaksaan Negeri di Pilkada Serentak Sumut

Berita

Blok Sumut Ingatkan Kejaksaan Untuk Netral di Pilkada Serentak

Berita

Anggota DPD RI Sebut Pilkada Serentak Momentum Pilih Pemimpin Berintegritas

Berita

DKPP Didesak Segera Putuskan Gugatan Keterwakilan Perempuan 30 Persen di Sumut

Berita

Putusan MK, YCL: DKPP Harus Segera Surati KPUD dan Bawaslu