AFF U-19

Rico Waas Harus Sebut Nama Yang Buka Akses Komunitas Lari Masuk Stadion Teladan Medan

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202605/_6180_Rico-Waas-Harus-Sebut-Nama-Yang-Buka-Akses-Komunitas-Lari-Masuk-Stadion-Teladan-Medan.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Komunitas Lari masuk Stadion Teladan Medan jelang AFF U-19.
drberita.id -Viralnya komunitas lari masuk ke Stadion Teladan yang dalam tahap penyelesaian menjelang AFF U-19 2026, berubah menjadi bola panas yang menyeret kredibilitas Pemerintah Kota Medan.

Alih-alih memberikan penjelasan yang tegas dan transparan kepada publik, jajaran Pemko Medan justru saling lempar tanggung jawab. Siapa pihak yang membuka akses masuk ke stadion sampai saat belum diketahui.

Presidium Lingkaran Transparansi Kebijakan Publik (LTKP) Syafaruddin Sikumbang mengatakan peristiwa tersebut membuktikan buruknya tata kelola pemerintahan Kota Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas.

"Ini bukan sekadar persoalan komunitas lari masuk stadion. Ini soal bobroknya pengawasan dan lemahnya kendali pemerintahan. Sangat memalukan ketika stadion yang sedang dipersiapkan untuk event internasional bisa dimasuki begitu saja, lalu setelah viral semua pejabat kompak mengaku tidak tahu," tegas Syafaruddin Sikumbang kepada wartawan, Sabtu 30 Mei 2026.

Menurut Syafaruddin, publik patut curiga karena mustahil sebuah stadion yang sedang dalam masa penyelesaian dapat dimasuki puluhan orang tanpa ada pihak internal yang membuka akses.

Pertanyaannya sederhana. Siapa yang pegang kendali stadion? Kalau walikota mengaku tidak tahu, Dispora mengaku bukan tanggung jawab mereka, lalu siapa sebenarnya yang mengatur pengamanan Stadion Teladan.

Syafaruddin menilai pernyataan para pejabat Pemko Medan justru memperlihatkan adanya kekacauan koordinasi dan dugaan upaya cuci tangan setelah video komunitas lari viral menuai kecaman.

"Jangan-jangan sebelum viral semuanya dianggap biasa saja. Tapi setelah publik marah, barulah muncul drama saling lempar bola. Ini pola klasik birokrasi ketika ketahuan lalai," ujarnya.

LTKP bahkan menduga ada pembiaran sistemik terhadap aktivitas komunitas lari yang masuk ke Stadioan Teladan Medan. "Publik jangan dibodohi dengan narasi seolah-olah ini hanya euforia masyarakat. Masuk ke stadion itu tidak mungkin tanpa akses. Ada pagar, ada penjagaan, ada pihak teknis, ada pengawas proyek. Jadi sangat aneh kalau semua mendadak merasa tidak tahu," katanya.

Syafaruddin juga mempertanyakan standar keamanan Stadion Teladan Medan yang diproyeksikan menjadi salah satu venue pertandinhan AFF U-19 2026.

"Kalau hari ini komunitas lari bisa masuk bebas, bagaimana nanti saat event internasional berlangsung? Ini menyangkut wajah Kota Medan di mata nasional bahkan internasional," katanya.

Walikota Medan Rico Waas didesak tidak sekadar menyampaikan penyesalan kepada publik, melainkan segera mengumumkan secara terbuka siapa pihak yang bertanggungjawab membuka akses masuk ke Stadion Teladan.

"Rakyat tidak butuh drama saling lempar tanggung jawab. Yang dibutuhkan publik adalah transparansi dan tindakan tegas. Kalau memang ada kelalaian, umumkan siapa pelakunya. Jangan lindungi pihak tertentu," tegasnya.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Menteri Imipas Pindahkan Narapidana Korupsi Topan Ginting dari Rutan ke Lapas Medan

Olahraga

Walikota Medan Larang Komunitas Lari Masuk ke Stadion Teladan

Olahraga

Pemko Medan Siapkan 197 Paket Pekerjaan Rp. 200 Juta Untuk Program Infrastruktur Permukiman

Olahraga

Wakil Walikota Medan dan FJM Berbagi Daging Kurban Idul Adha di Warkop Jurnalis

Olahraga

Pemilik 11 SPPG MBG di Sumut Ternyata Penguasa Proyek di Kota Medan dan Terkenal Dermawan di Aceh

Olahraga

Proyek BRT Trans Mebidang US$224 Juta, Rico Waas Janji 61 Ribu Pohon Hingga Bobby Nasution