Piala Dunia U20

FIFA Tidak Ungkap Alasan Pembatalan RI Tuan Rumah Piala Dunia U20

Mantan Aktifis Dukung Ganjar Tinggalkan Humanis Gadungan
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202303/_6600_FIFA-Tidak-Ungkap-Alasan-Pembatalan-RI-Tuan-Rumah-Piala-Dunia-U20.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Muhammad Ikhyar Velayati
drberita.id -Mantan Aktifis Muhammad Ikhyar Velayati mengecam para tokoh, elit politik dan netizen yang mengatakan Ganjar Pranowo, Gubernur Bali serta PDIP Penyebab dibatalkannya Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023.

"Justru tokoh yang mempertahankan konstitusi, membela kemanusiaan dan mengkritisi standart ganda FIFA seperti Ganjar Pranowo, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan PDIP ini yang harus didukung dan dibela oleh masyarakat Indonesia, bukan para tokoh humanis palsu yang berlindung di balik slogan olah raga jangan dicampuradukan dengan politik. Saatnya sekarang rakyat dukung Ganjar dan tinggalkan humanis gadungan," ujar Kordinator Forum Aktifis 98 Ikhyar Velayati dalam siaran persnya, Kamis 30 Maret 2023.

Ikhyar heran kenapa FIFA tidak mengungkap alasan pembatalan RI sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023

"Kenapa FIFA tidak secara jelas mengungkap alasan pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah dalam rilis resminya pada Rabu, 29 Maret 2023, karena FIFA dalam posisi dilematis," katanya.

"Jika FIFA menyebut pembatalan karena Pemerintah RI berpolitik dengan mengkaitkan olah raga dengan isu penjajahan Israel atas Palestina, maka negara AS dan Eropa harus juga diberi sanksi, karena negara tersebut berkampanye boikot Rusia dalam piala dunia atas invasinya ke Ukraina, dan ini termasuk politik. Dan seperti yang kita tahu FIFA memboikot Rusia dari seluruh even sepak bola internasional, apakah FIFA sedang tidak berpolitik?," sambung Ikhyar.

Mantan aktifis 98 ini mengatakan bahwa FIFA sudah lama disetir dan menjadi alat kampanye negara AS dan sekutunya, khususnya menyangkut isu yang berkaitan dengan Israel-Palestina.

"FIFA sudah sejak lama berpolitik di bawah dikte negara AS dan sekutunya untuk membela kepentingan negara Israel. Publik sepak bola pasti tidak lupa kasus club Glasgow Celtic, striker Sevilla Frederic Kanoute dan lainnya, mereka semua diberi sanksi dan denda karena membela Palestina," kata Ikhyar.

Ikhyar melanjutkan, FIFA dan klub klub Eropa hanya tegas memberi sanksi terhadap negara atau club yang membela Palestina atau negara yang menjadi lawan politik mereka. Jika isu tersebut menyangkut Israel, mereka buta matanya dan tuli telinganya.

Ikhyar menghimbau seluruh kekuatan bangsa, bersatu menekan FIFA agar benar benar independen serta konsisten menerapkan kesetaraan, fair play dan tidak diskriminatif.

"Untuk melihat komitmen FIFA tersebut, FIFA harus memboikot Israel dalam even sepak bola internasional, termasuk keterlibatannya dalam piala dunia U-20 mei nanti, jika itu tidak terjadi, maka sudah saatnya Indonesia memilih bergabung dengan negara dan kekuatan politik yang konsisten dengan prinsip kesetaraan dan Non diskriminatif, baik itu dalam olah raga maupun dalam politik," serunya.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Asik, Nonton Piala Dunia di TVRI

Olahraga

Banser: Jangan Adu Domba Penentang dan Pendukung Timnas Israel

Olahraga

PDIP Tolak Timnas Israel Ikut Piala Dunia U20 di Indonesia

Olahraga

Wakil Kepala BPOKK Demokrat Sumut: Bobby Lebih Paham Tata Kelola Pemerintahan Dibanding Edy Rahmayadi

Olahraga

Ketum PP HIMMAH Tolak Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U20, Jokowi Harus Berfikir Rasional

Olahraga

Indonesia Tuan Rumah 2021, Anggaran Piala Dunia U-20 Belum Rampung Rinciannya