Cerita Inspiratif Evi Yunita, Atlet Difabel Peraih Emas di Perparnas Papua

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir112022/_3906_Cerita-Inspiratif-Evi-Yunita--Atlet-Difabel-Peraih-Emas-di-Perparnas-Papua.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Raden Armand
Atlet Difabel Kontingen Sumatera Utara, Evi Yunita Pohan.

drberita.id | Kecelakaan lalu lintas membuat hidup Evi Yunita Pohan (27) berubah total. Dia kehilangan kaki sebelah kirinya karena sebuah truk menabraknya pulang belanja di pasar tahun 2017 lalu.

Saat itu Evi sedang menyelesaikan kuliahnya di salah satu universitas swasta di Kawasan Binjai, Sumatera Utara.

Ditemui Kamis (10/11/2022) sore, Evi menceritakan perjalanan hidupnya. Perempuan berhijab ini mengaku harus ikhlas merelakan kakinya diamputasi oleh pihak rumah sakit.

"Alhamdulillah. Saya berpikir, amputasi adalah jalan terbaik untuk saya melanjutkan hidup. Saat itu saya mulai mengajar anak di taman kanak-kanak dan harus segera selesaikan kuliah, saya harus selesaikan semuanya," kata perempuan asal Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara itu.

"Saya tetap wisuda menggunakan kursi roda, yang sedihnya bukan hilang kaki. Tapi pacar saya menghilang entah kemana, padahal kami sudah berencana untuk menikah usai selesai kuliah. Saya sakit dan sedih karena ditinggal begitu saja," lanjut anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Hingga tak lama kemudian Evi mulai menggali potensi yang ada di dalam dirinya untuk bangkit kembali. Dia menjalin komunikasi baik bersama para menyandang disabilitas lainnya tak jauh dari kediamannya, yakni Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).

Evi pun berlatih renang dan serius menjadi atlet paralimpik membawa nama daerah. Naas, karena ada aturan tak boleh menggunakan hijab saat pertandingan, Evi memilih mundur.

"Saya menolak karena harus membuka aurat. Saya dialihkan ke cabang olahraga atletik. Saya pun ikut pada balap kursi roda di kelas menengah jauh. Saya pun tercatat sebagai atlet difabel dari kontingen Sumatera Utara yang meraih medali emas dan dua Parak di Peparnas 2021 di Papua, Alhamdulillah ini pertandingan perdana dan saya menang," ucap perempuan kelahiran 24 Maret 1995 ini.

Evi memenangkan cabang olahraga atletik 800 meter kursi roda dan berhak atas medali emas.

"Sebagai altet saya senang sekali mendapat sambutan Gubernur Edy saat tiba di Bandara, beliau apresiasi dan peduli dengan kami," katanya saat ditemui di GOR Pancing, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pesan Evi Yunita Pohan kepada penyandang Disabilitas

"Untuk kawan-kawan yang down dan baru mengalami disabilitas, tidak ada kata-kata terpuruk, karena masih banyak orang yang lebih parah dari kita yang bisa bangkit. Apa yang kita alami belum separah disabilitas lain, ayo tetap semangat," ucap Evi.

Penulis
: DR Berita
Editor
: Armand

Berita Terkait

Olahraga

Peneliti USU Menuju Mesin Diesel Ramah Lingkungan

Olahraga

Tokoh Sumut Dukung Pemekaran Daerah Sejalan Dengan Program Kodam Untuk Pertahanan Negara

Olahraga

Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora Tinggal Tunggu Sidang Kode Etik di Propam Polda Sumut

Olahraga

Keributan Halalbihalal KAMMI di Kantor Gubsu Berujung Laporan ke Polisi, Anggota DPRD Sumut Terlibat

Olahraga

36.771 Peserta Ikuti UTBK-SNBT, USU Sediakan Kuota 3008 Kursi

Olahraga

Kejari Tebingtinggi Tetapkan 2 Tersangka Korupsi BBM Lingkungan Hidup, Bendahara Langsung Ditahan