Medan Jurnalis Club: KPAI Keliru Anggap PB Djarum Eksploitasi Anak

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir092019/9001_Medan-Jurnalis-Club--KPAI-Keliru-Anggap-PB-Djarum-Eksploitasi-Anak.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
drberita/istimewa
Presedium JMC Ryan Juskal dan Muhammad Asril.
DRberita | Polemik yang hangat terkait mundurnya PB Djarum dari pencarian bakat bulutangkis Indonesia mendapat respons dari Medan Jurnalis Club. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dinilai keliru saat menganggap pembinaan PB Djarum di bulutangkis sebagai eksploitasi anak.Presidium Medan Jurnalis Club, Ryan Juskal, Senin 9 September 2019, menilai tudingan KPAI itu sangat keliru. Menurutnya, KPAI harus melihat secara bijaksana dan objektif terkait peran PB Djarum selama ini terhadap pengembangan bakat pemain bulutangkis Indonesia. "Tudingan KPAI itu sangat keliru. Kami menilai PB Djarum itu punya komitmen untuk memajukan bulutangkis, yang jelas adalah olah raga kebanggaan bangsa ini," ujar Ryan didampingi Presidium Medan Jurnalis Club, Muhammad Asril.Harusnya, lanjut Ryan, KPAI tahu ke mana fokus mereka ketika berbicara eksploitas anak. KPAI diminta menyikapi data Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita soal gepeng dan anak jalanan. "Mereka (KPAI) terkesan tutup mata, Mensos bilang ada 77.500 gepeng yang dikoordinir mafia. Dalam jumlah itu hampir setengahnya melibatkan anak-anak," urai Ryan.Ryan menggarisbawahi fakta tentang eksploitasi anak di jalan raya. "Seperti di Medan, hampir di tiap persimpangan trafic light banyak anak jalanan yang dikordinir mafia. Ke mana KPAI menyikapi ini?" ungkapnya. Lantas, menurut Ryan, KPAI harusnya membuka mata, akan realita saat itu. Ryan menganggap penilaian KPAI soal eksploitasi PB Djarum bisa membahayakan pembinaan bulutangkis di Indonesia.

"Bicara hak anak silakan saja. Tapi kajian KPAI harus jelas. Buka mata selebar-lebarnya. Mana fokus yang harus ditindak. Ini KPAI seakan-akan tak dapat melihat 'gajah di depan mata namu mencari-cari semut di tengah lautan' tentu hal ini sangat keliru," pungkasnya. (art/drb)

Editor
: admin

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Sekolah Bintang Rabbani Boyong 14 Medali Emas Kejuaraan Taekwondo

Olahraga

26 Atlet Shindoka Sumut Boyong 7 Medali Emas, 3 Perak dan 16 Perunggu

Olahraga

Sail Nias 2019: Selancar Yang Utama Dikembangkan

Olahraga

Eddy Sibarani: Untuk awal ini kita mengejar kuantitas dulu

Olahraga

72 Atlet dari 10 Kecamatan Ikut Porkot Cabor Panjat Tebing