DRberita | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memuji teknologi baru dari Amerika Serikat yang digunakan dalam membuat produk anti peluru pada mobil. Walaupun diberondong berbagai tembakan, peluru tidak bisa menembus lapisan kaca dan body mobil.Tidak seperti cara konvensional pakai lapis baja yang bobotnya mencapai lebih dari 1 ton. Dengan teknologi baru ini beban lebih ringan, hanya bertambah sekitar 400 kilogram."Untuk segi keamanan produk anti peluru ini luar biasa. Ditembak dan dibrondong berkali-kali tidak tembus. Bisa dipasang untuk mobil apa saja. Pengerjaan pun untuk seluruh bagian mobil hanya sekitar dua minggu. Semua dikerjakan di dalam negeri," kata Bamsoet seusai melepas pre-match kejuaraan tembak reaksi level III International Practical Shooting Confederation (IPSC) di lapangan tembak Senayan, Jakarta, Jumat 6 Maret 2020."Memanfaatkan fitur teknologi tinggi dalam berkendaraan untuk menjaga keamanan diri sangatlah penting. Seiring kemajuan teknologi kini siapa saja boleh membuat kendaraannya anti peluru," sambung Bamsoet.Sekitar 250 penembak dari berbagai kalangan usia dan latar belakang ikut serta dalam Legislator Championship 2020, memperebutkan Piala Ketua MPR RI yang digelar dari tanggal 6-7 Maret 2020."Para penembak bereaksi akan menunjukan keahliannya dalam menggunakan pistol. Besok merupakan acara puncak kejuaraan yang menampilkan pertandingan executive. Serta penyerahan Piala Executive, verifikasi hasil pertandingan IPSC Level III dan pengumuman pemenang dilanjutkan penyerahan medali dan piala," tutur Bamsoet.Ketua DPR RI 2014-2019 ini menerangkan, melalui Legislator Championship 2020, MPR RI ingin membangun kebersamaan terhadap segenap kelompok anak bangsa. Setelah sebelumnya melibatkan anak motor dalam riding kebangsaan, kini pecinta olahraga menembak, ke depan akan banyak lagi elemen masyarakat yang akan dilibatkan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
"Baik melalui olahraga menembak maupun cabang olahraga lainnya, MPR RI ingin lebih mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI secara masif. Melalui berbagai event, MPR RI ingin melakukan pendekatan yang berbeda bagi setiap kelompok masyarakat. Sehingga tak monoton hanya dengan seminar, bedah buku, maupun diskusi publik," kata Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Dewan Pembina PB Perbakin ini. (art/drb)