USU Resmikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu, Ini Kata Bobby

Armand

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202505/_4741_USU-Resmikan-Tempat-Pengelolaan-Sampah-Terpadu--Ini-Kata-Bobby.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Dokumentasi USU
Universitas Sumatera Utara (USU) meluncurkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
drberita.id -Universitas Sumatera Utara (USU) meluncurkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) guna mengolah sampah secara lebih bijak untuk mendukung gaya hidup yang bersih di lingkungan kampus. TPST ini sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara dan dihadiri langsung Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.

Peluncuran ini dilakukan di TPST di Pintu IV, Kampus USU pada Selasa (6/5/2025) kemarin.

TPST ini dikelola langsung oleh USU Circularity Center yang memfokuskan mengelola sampah secara terpadu. Tak hanya menjadi tempat pengolahan sampah tetapi juga menjadi tempat riset yang berkolaborasi dari 5 fakultas. Hal ini juga menjadi bagian dari langkah mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Bobby menyebutkan TPST ini telah digaungkan sejak lama untuk mewujudkan kampus zero waste. Ia menilai upaya ini perlu menjadi gerakan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

"Tinggal bagaimana penerapannya agar menjadi suatu gerakan yang ekonomis," ujar gubernur usai meresmikan TPST di USU.

Ia menekankan pengelolaan sampah tidak hanya tugas kampus atau pemerintah, tetapi butuh partisipasi aktif dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat akan termotivasi untuk ikut memilah dan mengumpulkan sampah jika melihat adanya nilai ekonomis dari kegiatan tersebut.

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si. mengatakan bahwa ingin menunjukkan satu tempat pengelolaan sampah dalam skala mikro yang bisa disediakan masyarakat secara komunitas. Sebuah lab untuk melakukan riset mengenai sampah dan meneliti pola perilaku manusia terkait dengan pengelolaan sampah. Mengedukasi masyarakat untuk memilah jenis sampah.

"Melihat bagaimana mengubah mindset masyarakat pada level rumah tangga untuk langsung memilah sampah yang diproduksi," katanya saat dijumpai pada acara peresmian TPST.

Lebih lanjut, rektor menambahkan jika hal ini mendukung dari program zero waste yang telah dicanangkan sebelumnya. Tempat pengelolaan ini nantinya tak hanya menjadi solusi tetapi juga menjadi nilai ekonomis yang bisa diraih.

"Ini kan masih lab. Masihkan uji coba. Masih kita biayai. Nanti setelah dia bisa menghasilkan aspek ekonomisnya, itu bisa mengurangi biaya pengelolaan," tambahnya.

Kepala TPST USU, Zaid Perdana Nasution ST. MT. Ph.D., menuturkan pengelolaan sampah ini salah satunya menggunakan maggot, yaitu sejenis larva dari lalat. Maggot dapat memakan limbah sampah organik. Fungsi daripada maggot tak hanya dapat memakan limbah sampah, namun juga bisa menjadi pupuk. Maggot yang telah berkembang inilah yang nantinya akan dijual dan mendapat nilai ekonomisnya.

"Anorganiknya itu bisa jadi minyak dan solar. Jadi hal-hal seperti ini nilai ekonomisnya yang sebenarnya bisa menjadi inovasinya itu," ungkapnya.

USU Circularity Center ini sudah terbentuk sejak tahun 2023 dan hingga sekarang akan terus berinovasi dalam mengelola sampah.

Inovasi ini melibatkan teknologi, yaitu mobil listrik pengangkut sampah yang dapat mengakses gang kecil. Teknologi lainnya membuat laman mengenai TPST ini, dan juga agar pendataan sampah dapat dikelola secara teratur.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Metropolitan

TPA Sampah Tadukan Raga ke DPRD Deliserdang: Open Dumping Berkedok Sanitary Landfill

Metropolitan

Program Pascasarjana USU Buka Penerimaan Mahasiswa Baru

Metropolitan

People Capability Training Series Untuk Penguatan Soft Skill Mahasiswa FEB USU

Metropolitan

Peminat SMM USU Naik 25 Persen

Metropolitan

Said Iqbal Jadi Penasehat Khusus Presiden, Kaum Buruh Indonesia Bisa Sejahtera

Metropolitan

Ada Rasa Kecewa di Balik Pelantikan Periode ke 2 Rektor USU