Contoh Negara Jepang

Sugiat Santoso Urai 3 Ranah Pendidikan di Forum Literasi Digital BNPT

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202610/_3186_Sugiat-Santoso-Urai-3-Ranah-Pendidikan--di-Forum-Literasi-Digital-BNPT.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso.
drberita.id -Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menguraikan tiga ranah pendidikan yang penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, terampil, dan berkarakter di era digital.

Tiga ranah pendidikan penting itu diuraikan dalam forum Literasi Digital Berbasis Moderasi, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumut di Andaliman Hall, Medan, pada Selasa (20/10/2026).

Sugiat Santoso menjelaskan tiga ranah pendidikan tersebut meliputi afektif, kognitif, dan psikomotorik. Ranah afektif berkaitan dengan sikap dan karakter, kognitif berhubungan dengan pengetahuan, sedangkan psikomotorik mencakup keterampilan.

Menurutnya, ketiga ranah tersebut memiliki keterkaitan erat dengan literasi digital. Di tengah derasnya arus informasi internet dan media sosial, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga harus mampu memahami informasi, menilai kebenarannya, serta bersikap bijak ketika berinteraksi di ruang digital.

"Ranah kognitif diperlukan agar mampu berpikir kritis dan membedakan hoaks serta konten ekstremisme. Ranah afektif membentuk karakter, toleransi, dan sikap moderat. Sementara ranah psikomotorik adalah keterampilan memanfaatkan teknologi secara positif dan menghasilkan konten yang bermanfaat," ujar Sugiat.

"Pembentukan mental dan karakter perlu menjadi perhatian dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan," sambung Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumut.

Sugiat Santoso mencontohkan Jepang sebagai negara dengan kedisiplinan tinggi serta budaya menghormati sesama. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia dalam membangun generasi muda yang unggul tidak hanya dalam pengetahuan, tetapi juga karakter.

Acara yang berlangsung selama 2 hari, dimulai Selasa 20 hingga Rabu 21 Oktober 2026 ini diikuti lebih dari 250 peserta yang terdiri dari guru SMP, MTs, SMA, MA, serta ustaz dan ustazah pondok pesantren di Sumut. Fokusnya adalah memperkuat peran guru dalam mencegah penyebaran paham kekerasan dan radikalisme di kalangan pelajar, menyusul meningkatnya konten kekerasan, ujaran kebencian, intoleransi, dan propaganda ekstremisme di ruang digital.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Irjen Pol Wawan Ridwan mengatakan guru berada pada posisi strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, serta menjadi teladan bagi peserta didik, terlebih karena proses belajar peserta didil kini berlangsung melalui platform digital.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumut melalui Kabid Wawasan Kebangsaan dan Penanganan Konflik, Emir Mahbob Lubis pun mengapresiasi acara tersebut. Ia menilai literasi digital berbasis moderasi penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan di tengah peluang penyebaran radikalisme di ruang digital.

Ketua FKPT Sumut Arifuddin Muda Harahap berharap keterlibatan para guru dapat membantu, dan menekan kekerasan, serta ekstremisme di kalangan siswa. Ia mengajak seluruh peserta menyatukan komitmen untuk menjaga masa depan generasi muda melalui pendidikan yang menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi.

Literasi digital pun harus diimbangi dengan penguatan moderasi. Kemampuan mengakses dan menyebarkan informasi harus disertai tanggung jawab, sikap kritis, serta penghormatan terhadap perbedaan, agar ruang digital dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan mencegah penyebaran paham radikal.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Metropolitan

Nasib SDM, Pendidikan, dan Masa Depan Indonesia di Tangan Presiden

Metropolitan

Sambut Dies Natalis ke-46, Sugiat Santoso Serahkan Hibah Audio System untuk Aula FISIP USU

Metropolitan

FOZ Sumut dan Politeknik Kesehatan Dr. Rusdi Kolabirasi Selamatkan Mahasiswa Miskin

Metropolitan

Sugiat Santoso Ajak Mahasiswa Bangun Negeri Dukung Program Prabowo

Metropolitan

Pendidikan Gratis ala Prabowo Tanpa Syarat

Metropolitan

Kepala Badiklat Kejaksaan Agung Hadiri Syukuran Wisuda S3 Sugiat Santoso