drberita.id -Pelestarian permainan tradisional mendapat tempat di Kabupaten Deli Serdang. Bupati Asri Ludin Tambunan mendukung upaya mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
"Di siang terik ini ternyata tidak menyurutkan kegembiraan anak-anak kita. Saya juga cukup bangga, bahwa anak-anak Tanjung Rejo bisa menggerakan dan membuat kegiatan yang cukup besar ini untuk permainan tradisional," ucap Asri di Alunalun Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Sabtu (8/8/2026).
Pekan Budaya Permainan Tradisional yang digelar Yayasan Laskar Pelangi Tanjung Rejo, berlangsung selama dua hari, 8-9 Agustus 2026, dengan berbagai permainan tradisional seperti tarik tambang, terompah, pecah piring dan lainnya.
Menurut Asri, antusiasme masyarakat dan anak-anak mengikuti kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan permainan tradisional sebagai agenda budaya berkelanjutan di Deli Serdang.
"Kalau antusiasnya besar, kita akan kaji dan memasukannya ke APBD. Saya titip, ajarkan anak-anak ini kebanggaan dengan Deli Serdang dan bawa pada kegiatan yang positif. Saya harap acara ini ke depan menjadi ikon Deli Serdang, tiap tahun diadakan pertandingan permainan tradisional," katanya.
Asri yang hadir bersama Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin pun berharap permainan tradisional dapat terus hidup di tengah perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya luar.
"Semoga budaya bangsa bisa menjadi tuan rumah kita di tengah masuknya perkembangan teknologi dari dunia luar," tegasnya.
Asri juga melihat keberadaan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan yang terus berkembang dapat menjadi ruang publik dengan banyak manfaatnya bagi masyarakat secara positif, termasuk pelestarian budaya.
Pekan Budaya Permainan Tradisional turut mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara melalui Dana Indonesiana.
Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Wilayah II Sumut, Windra Adi Purba, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelestarian kebudayaan, khususnya permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman.
"Ini salah satu kegiatan pelestarian kebudayaan khususnya di permainan tradisional. Perkembangan zaman membuat budaya semakin terkikis khususnya permainan tradisional yang mulai dilupakan," katanya.
Windra menjelaskan, Yayasan Laskar Pelangi mendapat mandat sebagai penerima stimulus Dana Indonesiana untuk mendorong pengembangan permainan tradisional.
"Masih banyak potensi budaya yang dapat dikembangkan dan dilestarikan, termasuk di Deli Serdang yang memiliki 168 cagar budaya," katanya.
Ketua Yayasan Laskar Pelangi Tanjung Rejo, Siddik Zailani mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Deli Serdang atas dukungannya terhadap permainan tradisional.
Pekan Budaya Permainan Tradisional merupakan kegiatan tahunan yang digelar untuk mendorong pelestarian permainan tradisional sekaligus mengurangi penggunaan gawai pada anak-anak.
Siddik turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta permohonan maaf atas kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.