drberita.id -Relawan Kemanusiaan Nusantara (Rawantara) memperingati
Isra Miraj dengan menggelar "Festival Anak Soleh" di Sekolah Rakyat, Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang.
Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu 17 Januari 2026, itu diisi dengan berbagai perlombaan islami oleh anak anak warga penyintas banjir.
Perwakilan Rawantara, Sobran Hakim menyatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi dan mempererat kebersamaan antara relawan dengan masyarakat setempat.
"Sekolah Rakyat ini kami dirikan semata-mata demi mencerdaskan anak anak di Desa Sekumur. Kebersamaan ini menjadi momen tidak terlupakan bagi kami," ujar Sobran, Sabtu 17 Januari 2026.
Dukungan senada disampaikan oleh Founder Pandawa Kayak, Adi Pandawa ST. Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana bagi anak anak untuk tetap semangat menggapai citacita meski di tengah keterbatasan pascabencana.
Festival tersebut melombakan empat kategori utama. Sebelum prosesi penyerahan hadiah, acara diisi dengan ceramah agama oleh Ustaz Rojali.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Rojali mengajak masyarakat menjadikan momentum Isra Mikraj untuk memperkuat ibadah, khususnya salat lima waktu dan membaca Al-Qur'an, sebagai jalan Desa Sekumur segera pulih sepenuhnya dari dampak bencana banjir.
Salah satu siswa Sekolah Rakyat Tazkya mengaku bersyukur atas kehadiran para relawan. "Kami sangat senang bisa belajar dan bermain bersama kakak kakak relawan. Semoga kegiatan seperti ini sering dilaksanakan agar kami makin semangat belajar," ungkapnya Kya perih juara 1 lomba ayat pendek putri.
Israq Miraj juga diisi dengan sholawat bersama Tim Rawantara dan warga serta pembacaan puisi oleh anak anak penyintas dengan judul "Anak anak Yang Selamat Tapi Kehilangan" karya Agum Aditya.