Tokoh Muslim

MIFA Gelar Haul ke 12 Syaikh Ali Mas'ud Al Banjari

Lahir di Barabai Wafat di Langkat
Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202307/_3794_MIFA-Gelar-Haul-ke-12-Syaikh-Ali-Mas--039-ud-Al-Banjari.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Majelis Ilmu Fardhu 'Ain (MIFA) menggelar acara haul Syaikh Ali Mas'ud Al Banjari ke 12.
drberita.id -Majelis Ilmu Fardhu 'Ain (MIFA) menggelar acara haul Syaikh Ali Mas'ud Al Banjari ke 12, di Surau Deli Tua, Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu 4 Juli 2023 malam. Haul dipimpin Ketua Dewan Pembina MIFA TGD. Prabu Kresna Erde.

Dalam acara haul itu, TGD Prabu Kresna Erde menyeritakan biografi Syaikh Ali Mas'ud Al Banjari yang lahir di Kabupaten Barabai, Kalimantan Selatan, 85 tahun lalu.

"Persisnya pada 22 Jumadil Akhir 1357 atau 18 Agustus 1938," ujar TGD.

Beliau, sambung TGD, pada usia 7 tahun dibawa hijrah (pindah) orang tuanya ke Kuala Tinggal, Jambi. Di saat umur Syaikh Ali Mas'ud beranjak dewasa, ungkap TGD, beliau kembali hijrah bersama orang tuanya ke Kampung Melati, Gang Randu II, Perbaungan.

"Di daerah ini (Perbaungan-red), Al Mukarrom Atok Guru mulai memperdalam ilmu agamanya khusus di bidang Tasawuf dan Tauhid," papar TGD.

Dalam perjalanannya menuntut ilmu, Al Mukarrom Syaikh Ali Mas'ud memiliki sedikitnya 90 guru dari berbagai desa di Perbaungan.

"Selain berguru di berbagai desa di Perbaungan, sosok ulama Tasawuf ini juga mengajar dari satu masjid ke masjid lainnya hingga ia menetap di Langkat, sampai wafat tahun 2011," terang TGD.

Haul dimulai dengan mengucapkan istighfar 100 kali. Dilanjutkan dengan bertahlil, doa, dan makan bersama.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait