Budaya Tak Benda

Kisah Paguyuban Banyumas di Sumut, Tiba di Amplas Kena Palag Preman Hingga Buka Usaha

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202604/_483_Kisah-Paguyuban-Banyumas-di-Sumut--Tiba-di-Amplas-Kena-Palag-Preman-Hingga-Buka-Usaha.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Paguyuban mBanyumas Gell.
drberita.id -Sumatera Utara kembali menunjukan kekayaan keberagaman budaya yang hidup harmonis. Salah satunya tampak dalam kebersamaan Paguyuban mBanyumas Gell, wadah warga Jawa Ngapak asal Banyumas yang kini menetap dan berkiprah di berbagai daerah di provinsi ini.

Keberadaan paguyuban ini mulai banyak dikenal publik setelah digelarnya acara Halal Bi Halal yang berlangsung hangat di kediaman Ketua Paguyuban, Ngalimun, di Jalan Pasar 2 Barat, Gang Melati, Medan Marelan, Minggu 12 April 2026.

Suasana penuh kekeluargaan terasa sejak awal hingga akhir acara. Usai menikmati hidangan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan saling bersalam-salaman sebagai bentuk mempererat silaturahmi. Momen semakin menarik ketika anggota baru diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri, menyebutkan asal daerah di Banyumas, sekaligus berbagi kisah perjalanan hidup mereka hingga bisa sampai dan menetap di Sumatera Utara.

Salah satu cerita yang mencuri perhatian adalah pengalaman seorang anggota saat pertama kali menginjakan kaki di Medan. Setibanya di Terminal Amplas, ia sempat mengalami kejadian tidak menyenangkan karena menjadi korban aksi premanisme atau "dipalag". Hal yang membuatnya heran, pelaku bahkan mengetahui tujuan perjalanannya menuju Mandala by Pas.

Dalam kondisi panik dan kebingungan, pertolongan datang dari seseorang bermarga Ginting yang kemudian menolongnya. Sosok tersebut hingga kini tetap dikenang sebagai penyelamatnya di tanah perantauan. Diketahui, orang yang dimaksud saat ini tinggal di Binjai-Langkat dan memiliki kemampuan dalam membantu pengobatan orang sakit.

Kisah tersebut menjadi bukti bahwa di balik kerasnya kehidupan awal perantauan, masih ada nilai kemanusiaan yang begitu kuat.

Tak hanya kaya cerita, warga Banyumas di Sumatera Utara juga menunjukan keberagaman profesi yang luar biasa. Jika selama ini masyarakat lebih mengenal mereka sebagai pelaku usaha kuliner seperti mendoan (tempe goreng khas) dan bakso, ternyata kiprah mereka jauh lebih luas.

Mulai dari bidang grafika, wirausaha di berbagai sektor, hingga pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di berbagai satuan seperti Kodam I/Bukit Barisan, Kodim, hingga Lantamal I Belawan. Tidak sedikit pula yang telah mencapai posisi sebagai perwira maupun bintara.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu anggota yang memiliki usaha di Kabupaten Batubara bahkan membuka peluang kerja bagi sesama warga paguyuban. Ia mengajak anggota yang memiliki anak atau keluarga yang membutuhkan pekerjaan untuk datang langsung ke lokasi usahanya.

Selain itu, ia juga menawarkan pengalaman kebersamaan di areal usahanya yang luas, lengkap dengan sajian ikan gurami dan hidangan lainnya.

Acara Halal Bi Halal ini dipandu dengan penuh keakraban oleh Agus Nasigit, yang berhasil menjaga suasana tetap hangat, santai, namun sarat makna.

Keberadaan mBanyumas Gell menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong, kekeluargaan, dan solidaritas warga perantauan tetap terjaga meski jauh dari kampung halaman. Di tengah keberagaman Sumatera Utara, mereka hadir sebagai contoh kuatnya persatuan dalam perbedaan. Luar biasa, mBanyumas Gell!

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Metropolitan

Aplikasi SPMB Sumut Masih Pakai Server Pemprovsu, LTKP: Alexander Jangan Buat Malu Bobby Nasution

Metropolitan

Paket Proyek Dinas BMBK Sumut Berbau Suap: Wajib Setoran Depan Setelah Potong Pajak

Metropolitan

Dukung Kejati Sumut Ungkap Pelaku Pencairan 54 Cek Palsu Internal Bank Mandiri Cabang Medan Balai Kota

Metropolitan

Bank Sumut Peringkat 2 Pengumpul Zakat Khusus Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa

Metropolitan

Guntur Geruduk Kejatisu : Segera Tetapkan Tersangka

Metropolitan

Kajati Sumut Muhibuddin Diminta Periksa Dugaan Korupsi 67 Proyek SDA BBWS Sumatera II