drberita.id -
Banjir yang melanda Desa Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut, menyebabkan lalu lintas macet panjang di Jalan Lintas Sumatera. Jika ada jalan tol di Kabupaten Labuhanbatu, macet tersebut tidak terjadi.
Pantaun DRberita.id, banjir setinggi pinggang orang dewasa yang terjadi sejak Minggu 21 Desember 2024 sekira pukul 23.00 WIB. Hingga Senin 22 Desember 2024 sekira pukul 11.35 WIB, masih berlangsung kemacetan dua arah.
Warga yang banyak melakukan mudik natal dan tahun baru (Nataru) 2024 - 2025, merasa kecewa dengan kondisi yang terjadi.
"Pemkab Labura dan Pemprov Sumut, khususnya BPBD nya tidak siap menghadapi banjir yang terjadi di Desa Bandar Durian ini. Harusnya mereka dari tadi malam sudah siaga di Desa Bandar Durian. Baru tadi pagi terlihat TNI - Polri berada di lokasi banjir untuk mengatur kemacetan lalu lintas," ucap Azwan, yang terjebak macet di Kampung Pajak, hendak balik ke Medan.
Macet yang terjadi dua arah di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Labura, ini diperkirakan mencapai 20 km dari titik banjir Desa Bandar Durian.
Banyak warga yang merayakan liburan Natura 2024 - 2025, harus kecewa karena macet panjang yang sangat lama, seakan dibiarkan oleh pemerintah.
"Jika jalan tol trans sumatera selesai sampai labuhanbatu ini, tak mungkin macet seperti ini terjadi. Apa lagi jalan lintas sumatera di Kabupaten Labura ini tidak ada jalan alternatif. Seperti masih era orde lama kondisinya ini. Mau sampai berapa lama macet ini, apa sampai banjir surut atau kering di jalan," kata Ringo, seorang supir travel.
Sekira pukul 11.45 WIB, terlihat kondisi macet sudah berangsur pulih dari arah Medan menuju ke Riau. Tetapi dari arah Labuhanbatu Raya menuju ke Medan masih belum bergerak sama sekali.