Komunitas

Dari Limbah Jadi Berkah: Kompil Gandeng Direktur Ikrimah Hamidy Jadi Pembina

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202604/_739_Dari-Limbah-Jadi-Berkah--Kompil-Gandeng-Direktur-Ikrimah-Hamidy-Jadi-Pembina.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Kompil bersama Direktur Air Limbah Perumda Tirtanadi, Ikrimah Hamidy dan Kepala Divisi Operasional Pelayanan Limbah Iwan Hamsar Siregar.
drberita.id -Kadang, urusan limbah memang lebih cepat bikin orang menutup hidung daripada membuka pikiran. Tetapi tidak bagi Komunitas Peduli Limbah (Kompil). Mereka justru datang dengan semangat yang wangi: membawa gagasan, bukan sekadar aroma persoalan.

Dalam suasana audiensi yang hangat dan jauh dari kesan 'bau bau formalitas', Ketua Kompil David Susanto bersama Wakil Ketua Rivai Parinduri dan Sekretaris Lilik Riadi Dalimunthe bertemu langsung dengan Direktur Air Limbah Perumda Tirtanadi, Ikrimah Hamidy, yang didampingi Kepala Divisi Operasional Pelayanan Limbah Iwan Hamsar Siregar di ruangan direksi, Kamis 23 April 2026.

Pertemuan itu bukan untuk mengeluhkan septic tank tetangga yang penuh misteri, melainkan memperkenalkan apa sebenarnya Kompil. Sebuah komunitas yang peduli, bahwa limbah bukan hanya urusan belakang rumah, tapi juga masa depan kota.

David Susanto membuka pembicaraan dengan santai namun penuh isi. Ia menjelaskan bahwa Kompil hadir sebagai wadah edukasi, advokasi, dan kolaborasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan air limbah yang sehat, tertib, dan berkelanjutan. Karena kalau limbah dibiarkan, biasanya masalahnya tidak ikut mengalir-malah mengendap.

Rivai Parinduri menambahkan, kesadaran masyarakat soal sanitasi masih sering kalah pamor dibanding urusan banjir maupun sampah. Padahal, katanya, kota yang sehat tidak dibangun dari caption Instagram, tapi dari sistem limbah yang benar.

Lilik Riadi juga menegaskan Kompil ingin menjadi mitra strategis, bukan sekadar penonton di pinggir got. Mereka siap membantu sosialisasi, forum diskusi, hingga mendorong masyarakat agar paham bahwa membayar layanan lumpur tinja bukan bentuk penderitaan, tapi investasi kesehatan.

Mendengar paparan itu, Ikrimah Hamidy tampak menyambut baik. Ia mengapresiasi kehadiran Kompil yang menurutnya menjadi angin segar dalam upaya membangun kesadaran publik soal pengelolaan limbah.

Ikrinah juga menjelaskan tugas dan fungsi yang menjadi tupoksinya. Termasuk memaparkan rencana rencana ke depan.

Menurut Ikrimah, selama ini urusan limbah memang sering dianggap 'tak terlihat maka tak dipikirkan'. Padahal, ketika masalah datang, biasanya bukan cuma terlihat, tetapi juga tercium.

Ia menilai kolaborasi seperti ini penting, sebab Perumda Tirtanadi tidak bisa berjalan sendiri. Butuh komunitas yang mampu menjembatani komunikasi dengan masyarakat agar pelayanan air limbah tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga diterima secara sosial.

Di akhir pertemuan, Kompil memberikan 'serangan manis' dengan menawarkan kesediaan Ikrimah Hamidy untuk menjadi pembina komunitas. Sebuah tawaran yang tentu sulit ditolak, apalagi setelah diskusi berjalan sehangat itu.

Tanpa banyak drama seperti rapat yang suka molor, Ikrimah pun menyatakan kesediaannya. Ia siap menjadi pembina Kompil dan berharap komunitas ini benar benar menjadi motor perubahan, bukan hanya aktif saat foto bersama.

Akhirnya, audiensi itu membuktikan satu hal penting: membicarakan limbah ternyata tidak selalu kotor. Kalau dibahas dengan niat baik dan kerja nyata, justru bisa menjadi langkah bersih menuju kota yang lebih sehat.

Tidak lupa foto bersama untuk membuktikan kehadiran dan keseriusan kolaborasi membangun Sanitasi Aman tahun 2030.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Metropolitan

Praktisi Lingkungan Sebut Bupati Deliserdang Gagal: Banyak Limbah Tidak Terkendali

Metropolitan

Limbah Dapur MBG di Deliserdang Buat Resah Masyarakat, Bupati Harus Bertindak

Metropolitan

PT Universal Gloves Terbukti Bersalah: Cemari Udara, Air, dan Abaikan Pengolahan Limbah Berbahaya

Metropolitan

Rumah Sakit Sri Pamela Membang Muda Sudah Lengkap Miliki Persyaratan Limbah B3

Metropolitan

Limbah Pabrik PT. BOSS Rusak Tanaman Padi Warga Dolok Masihul Sergai

Metropolitan

Ihwan Ritonga Ingatkan Dinas Lingkungan Hidup Akan Bahaya Limbah Covid-19