drberita.id -
Kota Medan memiliki sejumlah sungai panjang yang terbentang melintasi permukiman penduduk. Bantaran sungai itupun sampai saat ini belum bisa terawat dengan baik oleh masyarakat maupun pemerintah.
Seperti Sungai Deli, Babura, Denai, dan sungai lainnya. Masih belum terawat, dan masih terlihat jorok.
Tumpukan sampah dan semak belukar masih terbiarkan berserakan tanpa ada tindakan yang nyata dari pemerintah untuk membersihkannya.
Sungai Denai misalnya, pada Minggu 3 Mei 2026, di bantaran sungai itu terlihat jorok dan penuh dengan sampah dari rumah tangga. Seperti di bantaran Sungai Denai Jalan Menteng Raya atau Pasar Merah Ujung. Persisnya di belakang masjid.
Seno yang tinggal sekitar Sungai Denai mengaku sampah yang berserakan di bantaran Sungai Denai, dekat masjid, di Jalan Pasar Merah, Kota Medan, itu tidak akan pernah bisa bersih.
"Ada lokasi tempat pembuangan sampah sementara di situ. Terkadang bau busuknya pun sampai ke masjid. Ini sudah lama terjadi, dan memang sudah dijadikan tempat pembuangan sampah sementara," ucap Seno.
Seno juga mengatakan tempat pembuangan sampah sementara itu sebenarnya jalan yang dilalui warga setiap hari.
"Sejak bataran sungai dulu dinormalisasi, sebenarnya ada jalan di pinggiran sungai. Tapi setelah dijadikan tempat pembuangan sampah sementara oleh pemerintah, akses jalan jadi tertutup dan bantaran sungai penuh dengan sampah dan semak belukar," jelasnya.
Pemerintah Kota Medan pun sepertinya tidak perduli dengan kondisi bantaran sungai yang jorok penuh dengan sampah dan semak belukar. Ditambah lagi dengan jalan yang tertutup karena dijadikan tempat pembuangan sampah sementara.
Tidak hanya Sungai Denai, sepanjang aliran sungai yang ada di Kota Medan juga semuanya masih terlihat jorok dan tidak terawat dengan baik. Padahal, 60 persen APBD Kota Medan tidak lagi tergantung dari pemerintah pusat.
Tetapi kebersihan di bantaran sungai di Kota Medan belum juga bisa teratasi oleh pemerintah.