drberita.id | Buruknya kualitas air yang dikelola oleh UPT Air Bersih Tirta Kualuh sudah berulangkali dikeluhkan warga.
Unit kerja yang berada di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Labuhanbatu Utara, itu dinilai tidak profesional menjalankan fungsinya dalam menjamin ketersediaan air bersih untuk masyarakat yang menjadi pelanggannya.
Beberapa hari terakhir, beberapa orang warga pengguna media sosial, tampak mengunggah kekecewaannya di laman akun facebook miliknya.
"Kek gini kualitas air PAM katanya, air sungai yang kau jual ini. Oi yang terkait dengan pengelola PAM Labura," tulis akun Wie Hanz di group publik Labura Berita Sekitar.
Pemilik akun Wie Hanz mengunggah sebuah foto dan video yang memperlihatkan secara visual buruknya kualitas air yang dihasilkan oleh UPT Tirta Kualuh. Tampak dalam video, air keluar dari keran dan ditampung dalam ember itu berwarna keruh dan kekuningan.
BACA JUGA:
Rektor UINSU Prof Syahrin Didesak MundurSelain Wie Hanz, terpantau juga pengguna media sosial facebook lainnya yang mengunggah kekecewaannya atas buruknya kualitas air Tirta Kualuh. Akun facebook Sinondang Tampubolon, tercatat mengunggah rasa kecewanya hingga dua kali.
Pertama kali pada tanggal 4 April 2022, Sinondang mengunggah status berbunyi "Air PAM di Aek Kanopan kok hitam ya". Beberapa hari kemudian, diduga karena keluhannya di media sosial tak mendapat respon, Sinondang kembali mengunggah status tentang kekecewaannya. Bahkan dalam unggahannya yang terakhir, Sinondang terlihat langsung mengarahkan kekecewaannya kepada kepala dinas yang membawahi persoalan air bersih ini.
"Pak Kadis air PAM Kanopan keruh," tulis Sinondang dalam statusnya.
BACA JUGA:
KPK Tahan Bupati Bogor dan 3 Anak Buahnya Penyuap 4 Anggota BPK RIKepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Labuhanbatu Utara (Labura), Drs. Adu Pargaulan Sitorus hingga kini belum berhasil dimintai keterangannya. Beberapa kali disambangi ke kantornya di Damuli, Kualuh Selatan, tidak pernah berada di tempat.