drberita.id | Puluhan warga Pekan Kuala, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumut, memblokir jalan menuju objek wisata Bukit Lawang, Senin 2 Agustus 2021. Pembolokiran itu efek jalan rusak yang dijanjikan bagus tapi tak juga dibaguskan.
Pemblokiran jalan tersebut persis di Lingkungan VII, Kampung Banten, Kuala. Warga pun menuntut Dinas BMBK Provinsi Sumut memenuhi janjinya.
Baca Juga :Tipu Kapolda Sumsel, Anak Akidi Tio Jadi Tersangka Uang Rp 2 TriliunTak elak lagi kemacetan arus lalu lintas pun terjadi sepanjang lebih kurang 3 kilometer. Terlihat para sopir damp truk pada turun untuk menunggu pemblokiran jalan dibuka kembali.
Kapolsek Kuala AKP Bevan Raga Tama pun mengimbau warga agar tidak berbuat anarkis dan tetap mematuhi prokes Covid-19.
"Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, harusnya masyarakat jangan berkerumun. Kita juga berharap masalah jalan rusak ini segera direspon oleh pihak terkait," kata Bevan.
Baca Juga:Polisi Amankan Preman Kampung Yang Viral di Labuhan DeliAksi pemblokiran jalan ke objek wisata itu dilakukan warga dengan membentangkan spanduk bertuliskan harapan agar jalan segera diperbaiki.
"Kami minta jalan rusak ini segera diperbaiki, muak kami dengan kondisi seperti ini. Kalau musim panas, abunya beterbangan, kalau musim hujan, jalannya berlumpur dan licin. Sering kali pengendara motor terjatuh di sini," kata warga bernama Inul.
Baca Juga :Kebijakan PPKM: Yusril Salahkan Tito, Erick Hingga LuhutMenurut warga kerusakan jalan provinsi menuju objek wisata Bukit Lawang itu mencapai 5 kilometer lebih. Kondisinya pun diperparah dengan aktivitas dump truk pengangkut material galian C yang over tonase sejak 2 tahun terakhir.