drberita.id | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menyinggung kembali kondisi SMA Kartika I-1 atau dulu dikenel dengan nama SMA Tunas Kartika 1 yang memperihatinkan di Jalan S Parman, Medan.
Pengurus Besar Himpunan Alumni (PBH) Alumni Kartika Medan periode 2022-2025 dilantik Gubsu pasa Jumat 2 November 2022 di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman Medan.
Edy pernah menyinggung kondisi sekokah SMA Kartika I-1saat menerima audiensi PBH Alumni Kartika Medan beberapa waktu lalu, termasuk menyampaikan pemikiran soal upaya perbaikannya.
"Muridnya (sekarang) makin habis. Faktor kepercayaan masyarakat penyebabnya. Inilah peran alumni, untuk membangun kembali kepercayaan itu," katanya.
Gubsu menyatakan perlu dievaluasi menyeluruh hal yang menyebabkan kondisi sekarang.
BACA JUGA:IMM Sumut Akan Surati KPK Terkait Status Pemberi Suap Mantan Walikota Medan"Apakah karena lokasi sekolahnya, dekat kawasan yang konon banyak peredaran narkoba sehingga orangtua siswa takut menyekolahkan anaknya di sana, atau faktor lain terutama kualitas pengajarannya," ujar Edy.
Dia pun mengenang kala dulu sekolah tersebut begitu hebat, untuk bersekolah di sana saja sulit dan harus melewati test. "Sekarang masih hebat juga, hanya muridnya makin sedikit. Ini juga mempengaruhi imej, siapa pula yang mau bersekolah di sana yang siswanya sedikit, karena berarti bukan sekolah favorit," ucapnya.
Untuk itu, Gubsu menyerukan kepada alumni yang sekarang dari berbagai latar belakang, untuk membantu almamaternya. "Besarkan lagi. Jangan hilang nama Kartika. Pelajari, evaluasi apa masalahnya, agar anak cucu nanti masih bisa bersekolah di sana," serunya.
[br]
Khusus kepada PBH Alumni Kartika Medan, Edy Rahmayadi mengingatkan untuk menjaga loyalitas.
"Prinsip organisasi alumni adalah loyalitas, karena di sini tidak ada reward and punishment. Tapi diikat dengan rasa sayang, bersama karena pernah satu almamater. Berikutnya harus bisa bekerja sama, saling membantu, gotong royong, dan ikatan kerjasama ini yang paling penting," nasihatnya.
Turut hadir pada acara pelantikan, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Asren Nasution, Pangdam I/Bukit Barisan diwakili Aspers Kolonel Inf Krido Pramono, Ketua Yayasan Kartika Chandra Kirana Daerah I/BB Oktavia, serta undangan lain dari pengurus alumni sejumlah sekolah di Medan.
Ketua Pembina PBH Alumni Kartika Medan, Ahmad Bintang Hutajulu mengatakan pengurus yang dilantik Ketua Umum Budi Dharma, Wakil Ketua Dermawan Fiar, Sekretaris Umum Vivi Yani Silvia, Bendahara Umum Putri Hawanis, beserta pengurus pengurus bidang.
BACA JUGA:KPK Terima Laporan Proyek Rp 2,7 T Sumut dan Dugaan Suap KSO 3 BrokerKetua Umum PBH Alumni Kartika Medan Budi Dharma dalam sambutannya mengatakan perahu ikatan alumni ini akan mereka bawa lebih baik, dan akan lebih komunikatif.
Soal kondisi SMA Kartika I-1 seperti yang disampaikan Gubsu, dia juga sudah melihat data jumlah siswa yang hanya 84 orang, sementara Kartika I-2 masih lumayan banyak. Jumlah 84 orang itu jika bubarkan sekolah jadinya tak nampak.
"Beda dengan zaman dulu, siswa yang jalan kaki mengular tak putus sampai Simpang Golden (Jalan Gatot Subroto), dibanding SMA St. Thomas, saat itu jauh lebih banyak," ungkapnya.
Budi pun mengatakan pada saat audiensi mereka lalu, Gubsu sempat cetuskan agar SMA Kartika I-1 dijadikan kejuruan saja.
"Soal ini, kami nanti akan buka forum diskusi. Yang baru kami tahu, dana pemerintah untuk sekolah kejuruan sangat besar. Saya yakin kalau yayasan yang minta, akan diberikan. Tapi kita perbaiki dulu kondisinya sekarang," cetusnya.