drberita.id | Seorang calon siswa SMAN 5 Kota Tanjungbalai, Atma Ariftia diduga depresi karena tidak lulus PPDB tahun ajaran 2020.
Padahal rumah Atma dengan sekolah hanya berjarak 793 meter. Sedangkan Aldina boru Saragih berjarak 978 meter,
Putri Asharivana berjarak 1457 meter, dan Bulan Yusuf berjarak 2910 meter, ketiganya lulus.
Kondisi Atma diketahui demikian dari orang tuanya yang mengadu ke Zaid Sianipar, Ketua Lembaga Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (LPKKN) Kota Tanjungbalai.
Baca Juga :AHY Datang ke Gedung DPR Beri Arahan ke Anggota Fraksi Partai Demokrat
"Orang tua Atma Ariftia sudah berusaha menjumpai Kacabdisdiksu Tanjungbalai-Labura, Rahmad Hidayat Rambe, namun tidak berhasil. Atma kini tak mau keluar dari dalam kamar dan rumah karena malu jika berjumpat teman-temannya, karena tidak lulus masuk SMAN 5 Tanjungbalai," ungkap Zaid Sianipar dalam keterangan tertulis, Kamis 6 Agustus 2020.
Zaid juga mengaku sudah berusaha mepertanyakan alasan ketidaklulusan Atmi Ariftia ke SMAN 5 Tanjungbalai ke Kacabdisdiksu Rahmad Hidayat Rambe, tapi jawaban yang didapat soal lulus atau tidak diatur oleh kantor dinas provinsi," kata Zaid.
Baca Juga :Tauran Jelang Subuh Depan Masjid Jembatan Sungai Denai, 1 Orang Diamankan
Oleh karena, Zaid berencana melaporkan persoalan Atmi Ariftia secara resmi ke Gubsu dan Inspektorat dengan tembusan Presiden Joko Widodo, serta Menteri Pendidikan di Jakarta.
"Kita saat ini sedang menyiapkan laporannya, secara tertulis laporan akan kita buat. Kondisi Atmi Ariftia dilihat sangat memprihatinkan, makanya ini harus kita perjuangkan. Kita lawan ketidakadilan yang terjadi di dunia pendidikan Sumut, khususnya Kota Tanjungbalai," kata Zaid.
art/drb