DRBeirita | Meninggalkan tahun 1440 Hijriyah, berbagai kegiatan kerohanian digelar di berbagai penjuru tanah air. Mulai dari pawai obor hingga tabligh akbar.Ini semua dilakukan untuk menyambut tahun baru Islam yang jatuh pada hari Minggu 1 September 2019. Atau 1 Muharram 1441 H.Tak ketinggalan, warga Gang Pribadi, Lingkungan VII, Tanah 600 Marelan, turut memeriahkan pergantian tahun. Acara dibuat dengan menggelar baca surah yasin bersama. Ini bertujuan untuk semakin menguatkan ukhuwah sesama warga lingkungan tersebut.Sederhana namun makna yang diperoleh dari acara sangatlah penting. Kekompakan warga semakin menjadi erat, tak mudah termakan isu yang bisa merusak kerukunan. Apalagi sekarang ini masih terjadi kerusuhan di ujung timur nusantara, tepatnya di Papua."Saya terharu, salut sekaligus bangga dengan kekompakkan dan kesederhanaan warga di sini. Apalagi, ibu-ibunya. Tak sedikit pun terlihat keretakan dalam bertetangga. Semua masalah diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat," ujar Edi Sartono, tokoh masyarakat.Menurutnya, di tengah masalah perekonomian yang melilit masyarakat, mereka masih menyisihkan waktu dan rezeki, untuk mengikat keutuhan bertetangga dengan menggelar acara yasinan."Saya juga berharap, ke depannya nanti kegiatan seperti ini bisa jauh lebih bermakna, meski dengan cara yang sederhana. Bukan riuhnya suara, bukan pula mewahnya makanan yang tersaji. Namun, semata-mata sebagai penguat jiwa kita kepada Ilahi," papar Sartono. "Harapan saya, dan semua warga Gang Pribadi, adalah pemerintah setempat lebih bergairah lagi menggelar acara semacam ini. Dan memperhatikan setiap keadaan lingkungan, termasuk Lingkungan VII ini. Semoga ini menjadi inspirasi atau contoh di tempat lain. Dengan kuatnya ukhuwah yang dijalin, maka akan semakin kecil perpecahan yang terjadi," sambungnya.
Turut hadir dalam acara ini Ketua STM Islamiyah Deni Faisal dan tokoh yang dituakan Bapak Sofian dan Bapak Mugiat. (art/drc)