DRberita | Rencana pembuatan Museum Air oleh PDAM Tirtanadi mendapat kritikan. Rencena itu dinilai sebuah ide gila yang berlawanan dengan konsep dan kondisi perusahaan yang ada pada saat ini.PDAM Tirtanadi merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sampai saat ini belum mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat khususnya warga Kota Medan. Rencana pembuatan Museum Air di Booster Pump itu terlalu mengada-ada."Itu ide orang gila!" tegas Pemerhati PDAM, Irwansyah Siregar di Kawasan Asrama Haji, Jalan AH. Nasution, Medan, Minggu 15 September 2019.Menurut Irwan, rencana pembuatan Meseum Air oleh PDAM Tirtanadi, sah-sah saja. Akan tetapi dilihat dari objek yang ingin dijadikan museum sangatlah tidak tepat."Sebab menara itu masih berfungsi sebagai booster pump untuk mendistribusikan air ke daerah kota. Jika itu dibuat meseum, berarti lokasinya jadi tidak steril. Dan jika ditutup berarti daerah kota tak dapat air. Kan goblok itu," serunya.Dia menilai PDAM Tirtanadi dipimpin Dirut Trisno Sumantri akan semakin buruk. Hal itu dikatakan Irwan karena target yang dikejar bukanlah pelayanan terbaik, melainkan pendapatan asli daerah (PAD). "Gimana mau baik? wong target Pemda adalah PAD. Jadi menejemen efisiensi biaya perawatan dan pemeliharaan agar bisa setor PAD. Padahal itu bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33, Permendagri tentang masalah tarif air dan Undang Undang Sumber Daya Air," katanya.Irwan menjelaskan bahwa PDAM Tirtanadi sedang mengalami kebocoran air di atas kewajaran di masing-masing Instalasi Pengelola Air (IPA). Kebocoran tersebut terjadi dikarenakan perawatan yang dihemat untuk mengejar PAD yang ditargetkan."Jajaran Direksi apa tahu tingkat kebocoran air saja saat ini 30 persen, yang wajar itu 20 persen. Jadi ada 600 liter/detik IPA yang dibuang percuma. Itu terjadi sebab perawatan yang dihemat, jadilah kebocoran yang tinggi seperti itu," terangnya.Dikutip dari pdamtirtanadi.co.id, Pemprov Sumut berencana membangun museum air PDAM Tirtanadi yang nantinya menjadi media edukasi kepada masyarakat. Museum akan dibangun di Menara Air PDAM Tirtanadi dan untuk pembuatan desainnya didukung Gramedia Pustaka Utama."Awalnya saya sampaikan dengan Direksi PDAM Tirtanadi yang baru, kira-kira apa yang bisa dilakukan tidak semata tentang persoalan air minum, tapi edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana air dan khususnya tower air yang dibangun pada zaman Belanda tahun 1908," kata Wagub Sumut Musa Rajekshah usai menerima audensi Gramedia Pustaka Utama, Jumat 12 Juli 2019.Musa mengharapkan ke depan Museum Air itu akan dibuka untuk umum sehingga masyarakat, terutama anak-anak dapat melihat sejarah menara air PDAM Tirtanadi dan bagaimana prosesnya dengan tujuan agar mereka dapat menjaga lingkungan terutama ketersediaan air di masa depan.
"Kepada pihak Gramedia kita meminta masukan kiranya bagaimana membuat museum yang baik sehingga selain dapat menjadi media edukasi juga tempat kunjungan wisata sehingga keberadaannya membanggakan PDAM Tirtanadi dan Sumatera Utara," ujarnya. (art/drc)