Media Massa Kini Kalah dari Medsos

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/photo/berita/dir022020/5538_Media-Massa-Kini-Kalah-dari-Medsos.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
ilustrasi
Media Sosial
DRberita | Saat ini posisi dan peran media massa sudah kalah oleh media sosial (medsos) dalam penyampaian informasi. Perkembangan teknologi dan tingginya minat masyarakat menggunakan media sosial menjadikan peran media massa tak lagi sekuat dahulu.Demikian dikatakan Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Abdullah Khusairi dalam diskusi bertema Pers, Media Sosial dan Tanggung Jawab di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Jumat 7 Februari 2020."Hari ini media massa itu berada di belakang media sosial, ketika media sosial sudah mengambil seluruh fungsi media massa," kata Abdullah.Abdullah mencontohkan untuk mengetahui sebuah peristiwa, publik kini lebih cenderung mengakses informasi dari media sosial. Di media sosial, menurut pria yang sehari-hari mengajar di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN IB Padang ini, informasi yang disampaikan hampir memenuhi seluruh unsur 5W+1H.Peran media massa kini bagi publik, menurut Abdullah, tinggal untuk mencari tahu unsur why atau mengapa yang lebih komprehensif dan mendalam dari sebuah peristiwa. Untuk itu, Abdullah meniali, seharusnya media massa harus mencari cara agar kembali kepada jati diri sebagai garda depan penyampai informasi bagi masyarakat.Salah satu caranya, menurut Abdullah, para jurnalis yang bekerja di perusahaan pers harus lebih gigih dalam mendapatkan berita dengan penyajian yang mendalam, akurat, dan meyakinkan. Namun, Abdullah menyayangkan saat ini cukup sering jurnalis media massa yang justru menyajikan berita dengan mengutip pernyataan-pernyataan narasumber dari akun sosial media.Abdullah menambahkan fakta yang bersirkulasi di media sosial seharusnya mengutip informasi dari media massa dan bukan malah sebaliknya. Bukan hanya media online atau cetak, Abdullah menilai, media televisi juga mengambil informasi dari media sosial sebagai video viral dan trending topic sebagai bahan berita."Ketika media massa mengandalkan media sosial untuk mendapatkan informasi, di situlah letak kekalahan media massa," kata Abdullah.Di sisi lain, menurut Abdullah, praktik media massa mengutip media sosial sebenarnya memancing cibiran publik. Sebab, tanpa dikutip menjadi berita di media massa pun, publik juga dapat mengakses pernyataan narsum tersebut lewat media sosial.Untuk itu, Abdullah mendorong media massa agar dapat mengembalikan posisi sebagai garda depan dalam penyampaian berita terpercaya. Karena pemberitaan di media massa, menurut Abdullah, lebih dapat dipertanggungjawabkan ketimbang di media sosial.

"Jurnalis harus ada usaha lebih untuk mendapatkan sesuatu yang lebih mendalam, lebih akurat, lebih meyakinkan. Karena itulah yang membuat media massa kuat. Kalau tidak, media massa akan terus berada di belakang media sosial," ucap Abdullah. (art/drc)

Editor
: Bornok
Sumber
: republika.co.id

Tag:

Berita Terkait

Berita

HPN 2026: Bank Sumut Adakan Lomba Karya Tulis Artikel Opini Khusus Jurnalis Berhadiah Rp.63 Juta

Berita

Intervensi Kerja Jurnalistik: Eksponen 66 dan Ahli Dewan Pers Respon Ada Kawanan Jurnalis Termul di Sumut

Berita

Kuasa Hukum Warga dan Wartawan Minta Polsek Patumbak Profesional Jalankan Perintah Kombes Calvijn

Berita

Diam-diam Jumpai Warga, PT. Universal Gloves Diprotes Kuasa Hukum Hingga Polda Sumut Didemo Wartawan

Berita

PWI Sumut: Dunia Wartawan Penuh Dengan Risiko

Berita

Tindakan Arogan Anggota DPRD Provinsi Sumut ke Jurnalis Dikecam Keras, KKJ: Itu Pidana Penjara 2 Tahun