DRberita | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyatakan siap menghadapi virus corona yang menjadi penyebab pneumonia Wuhan dari China.Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Vensya Sitohang menuturkan Kemenkes sudah menyiapkan semua daerah, kabupaten maupun kota termasuk Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di pintu masuk negara."Melalui Dirjen Pelayanan Kesehatan, kami menyiapkan 100 rumah sakit untuk rujukan penyakit infeksi emerging," kata Vensya saat konferensi pers di gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 22 Januari 2020. Di Jakarta, rumah sakit yang ditunjuk yakni, RSPAD Gatot Subroto, RS Persahabatan dan RS Sulianti Saroso. Dalam kesempatan serupa Asral Hasan, Kasubdit Pelayanan dan Penunjang, Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes menjelaskan 100 rumah sakit sudah disiagakan sejak 7 Januari 2019 melalui surat dari Kemenkes. Rumah sakit-rumah sakit ini dulunya disiagakan ketika kasus flu burung merebak. "Disiagakan seperti apa? SDM dilatih, jadwal jaga ada, simulasi ulang bagaimana saat ada kasus, update SOP pas ada kasus. Kami pun mengumpulkan data apakah faskes perlu menambah alat atau enggak," imbuhnya.Anas Ma'ruf, Kepala KKP Kelas 1 Bandara Soekarno Hatta mengatakan pihaknya sudah meningkatkan kewaspadaan, terutama di pintu masuk negara yang melayani rute langsung dari China.Terdapat 19 pintu masuk dari Indonesia yang memiliki akses langsung ke China antara lain, Tangerang, Jakarta, Bandar Lampung, Bandung, Jambi, Samarinda, Palembang, Surabaya, dan Batam. Pihak KKP telah menyiapkan sejumlah perlengkapan seperti 12ribu lebih masker N95, 35 ribu health alert card, dan 860 alat pelindung diri (APD). "Ini terutama untuk staf yang berhadapan langsung dengan penumpang di kedatangan. Kami menganjurkan mereka pakai masker. APD dikenakan kalau sudah ada yang suspect," sambung kata Anas.
Sejauh ini terdapat 195 alat pendeteksi suhu (thermal scanner) di semua pintu masuk negara. Dari jalur udara, ada sebanyak 30 penerbangan yang melayani perjalanan dari China ke Cengkareng dengan rincian 27 penerbangan langsung dan 3 lainnya transit. Sekitar lima ribu penumpang datang dari China setiap harinya. (art/drc)