drberita.id | Sebanyak 15.110 atau 50 persen dari 30.345 pelanggan listrik padam akibat dari kejadian bencana di Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal sudah pulih.
"Sudah 15.110 dari 30.345 pelanggan listrik kita yang telah pulih, longsor yang terdiri dari wilayah kerja ULP Kotanopan, ULP Panyabungan, ULP Sidimpuan Kota dan ULP Natal," ucap Manajer UP3 Padangsidimpuan Yusuf Hadiyanto, Senin 20 Desember 2021.
Perlu diingatkan kembali wilayah kerja UP3 Padangsidimpuan meliput Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Padangsidimpuan dimana pusat kantor UP3 Padangsidimpuan.
BACA JUGA:
Walikota Bobby Setuju Peremajaan Betor Jadi Icon Kota Medan
Menurut Yusuf, UP3 Padangsidimpuan memonitor kondisi terkini dan terbaru upaya yang dikerjakan di masing-masing ULP penanganannya pasca bencana yang terjadi di Madina dan Tapsel.
"Alhamdulillah sudah 50 persen pemulihannya yang dikerjakan masing-masing ULP yang terkena bencana tersebut," katanya.
Tidak hanya pelanggan, sebanyak 63 persen gardu telah pulih yaitu 288 unit dari 457 unit yang telah diselesaikan, kemudian terkait kerusakan aset seperti tiang Hantaran Udara Tegangan Menengah (HUTM) Patah atau tumbang kemudian Kawat HUTM tertimpa atau putus serta kontruksi rusak atau miring dan semuanya itu laporan sementara yang sedang dikerjakan di lapangan.
PLN juga meminta maaf kepada seluruh pelanggan, dan tidak lupa juga kepada pemerintah setempat mengucapkan terimakasih atas membantu membuka akses lintasan karena beberapa lokasi masih ada yang belum dapat dilalui akibat masih terjadinya evakuasi dan pembersihan material longsor.
BACA JUGA:
Jumpa Komisi II DPR RI, Ombudsman Sumut: Pemda Paling Banyak Dilaporkan"Ini sifatnya masih data sementara, waktu ke waktu akan terus dikabarkan informasi pemulihan jaringan listrik kepada pelanggan di wilayah UP3 Padangsidimpuan, berulang kali PLN juga berterimakasih kepada Forkopimda atas akses jalur yang sempat terblokir akibat material tanah sehingga kami bisa melakukan pemulihan secara cepat," ujar Yusuf.