Media Sosial

Dunia Maya Ruang Baru Jalani Hidup di Era Digital

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202606/_3507_Dunia-Maya-Ruang-Baru-Jalani-Hidup-di-Era-Digital.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Ilustrasi
Aplikasi media sosial.
drberita.id -Perkembangan era digital telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Batas antara dunia nyata dan dunia maya semakin tipis. Aktivitas yang dahulu hanya berlangsung secara langsung kini dapat dilakukan melalui layar ponsel, kapan saja tanpa mengenal waktu.

Perubahan tersebut turut memengaruhi cara orang bekerja, berinteraksi, mencari hiburan, hingga memperoleh penghasilan tambahan. Siang dan malam tidak lagi menjadi batas yang tegas dalam menjalani aktivitas.

Ayu, seorang perempuan yang aktif di media sosial, mengaku dunia digital memberinya ruang baru untuk menjalani keseharian sekaligus menambah pemasukan.

"Senang saja berselancar di dunia maya, bisa dapat tambahan uang. Apalagi sekarang bisa live di media sosial, itu yang menarik," katanya.

Perempuan yang memiliki seorang anak itu mengatakan media sosial kini menjadi bagian dari rutinitasnya. Selain sebagai sarana hiburan, aktivitas tersebut juga memberinya peluang ekonomi.

Ayu mengaku memiliki beberapa akun media sosial dan cukup aktif menggunakan berbagai platform.

"Tapi yang paling sering saya main live di TikTok. Kalau malam biasanya ramai yang online dan lebih banyak interaksi. Banyak juga teman-teman perempuan yang ikut live, kadang bergabung juga dengan teman pria," ujarnya.

Menurut Ayu, waktu bukan lagi hambatan dalam menjalani aktivitas digital. Ia justru lebih sering aktif pada malam hari.

"Lebih asyik live malam daripada siang. Kadang mulai sekitar jam sembilan malam sampai menjelang pagi," katanya.

Sebagai orang tua tunggal dengan seorang anak berusia 11 tahun, Ayu merasa kehidupannya saat ini lebih nyaman dijalani dengan ritme yang ia tentukan sendiri.

Ia juga mengaku media sosial membuat lingkaran pertemanannya semakin luas. Tidak sedikit relasi yang berawal dari interaksi di dunia maya lalu berlanjut menjadi pertemuan langsung.

"Banyak teman sekarang dari media sosial. Ada yang hanya ngobrol, ada juga yang akhirnya bertemu langsung dan tetap berteman," katanya.

Ayu bahkan pernah menerima ajakan untuk menjalin hubungan lebih serius, namun memilih menolaknya karena merasa kehidupannya saat ini sudah cukup nyaman.

"Sekarang saya lebih menikmati menjalani hidup seperti ini. Bisa mengatur waktu sendiri, fokus sama anak, dan tetap punya ruang untuk aktivitas saya," ujarnya.

Fenomena seperti yang dialami Ayu menunjukkan bagaimana media sosial telah menjadi salah satu ruang baru bagi masyarakat untuk berinteraksi, membangun jaringan, hingga memperoleh penghasilan.

Namun di sisi lain, perubahan pola hidup digital juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas daring dan kehidupan sehari-hari.

Di era digital, waktu terasa semakin fleksibel dan peluang semakin terbuka. Meski demikian, bagaimana setiap orang memanfaatkannya tetap menjadi pilihan dan tanggung jawab masing-masing.

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Kementerian Lingkungan Hidup Eksekusi PT Universal Gloves, Kuasa Hukum Warga: Publik Ikut Awasi Perkara

Lifestyle

Terkait Sanksi PT Universal Gloves, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Sumut Masih Menunggu Kementerian

Lifestyle

Kejari Tebingtinggi Tetapkan 2 Tersangka Korupsi BBM Lingkungan Hidup, Bendahara Langsung Ditahan

Lifestyle

Kejari Tebingtinggi Tetapkan Hasbie Ashsiddiqi Jadi Tersangka Korupsi Lingkungan Hidup

Lifestyle

Proyek Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Mandiling Natal Diduga Fiktif 70 Haktare

Lifestyle

Surat Klarifikasi Dugaan Korupsi Hilang di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Ada Apa?