Permainan Tradisional

Cara Bermain Patok Lele dan Jenis Nama Sesuai Daerah

Artam

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.drberita.id/uploads/images/202605/_2648_Cara-Bermain-Patok-Lele-dan-Jenis-Nama-Sesuai-Daerah.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/drberita.id/amp/detail.php on line 182
Poto: Ilustrasi
Bermain Patok Lele.
drberita.id -Senja nan cerah tanpa awan putih menyelubungi. Melihat anak anak berkumpul sambil bermain beragam permainan. Ada yang bermain lompat karet, galasin, badminton, menendang bola kaki, bermain bola kasti dan patok lele.

Cuaca yang ramah dan lingkungan yang kondusif, tentu saja membuat mereka senang. Mumpung senja tak sedang bermuram durja, karena langit selalu digoda awan yang redup.

Anak-anak terlihat riang gembira, bukan tanpa alasan meski mereka tak menyadarinya. Dari berbagai permainan tadi, permainan Patok Lele yang sangat menarik.

Bukan tanpa sebab, permainan itu menjadi perhatian khusus. Ada suatu pelajaran tersembunyi dari permainan Patok Lele.

Ya! Permainan Patok Lele ini, menjadi salah satu permainan yang mengajarkan strategi dan kecerdasan serta matematika, loh! Loh, kok, bisa? Bisa, dong!

Tulisan kali ini, akan mengulik keseruan apa yang ada di balik permainan Patok Lele. Yuk, ikuti ceritanya!

Patok Lele ini mempunyai banyak nama berdasarkan daerahnya. Mau tau, atau mau tau bingit? Di daerah Jawa Barat disebut Gatrik, Jawa Tengah bernama Benthing, Bangka Belitung namanya Tak-tek.

Jika kamu ingin bermain di daerah NTT, namanya disebut Kayu Doi, serta banyak lagi namanya seperti Gatik, Tal Kadal dan Patil Lele.

Di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, anak-anak lazim menyebutnya Patok Lele. Permainan Patok Lele ini, bukan hanya menampilkan keseruan bagi para pemain dan penonton saja.

Melainkan memberikan pelajaran penting bagi semua jika mampu menjabarkannya. Patok Lele sendiri bisa dimainkan oleh dua orang atau lebih.

Patok Lele sangat sederhana sekali cara bermainnya. Dengan bahan yang cukup sederhana, hanya dengan dua buah kayu yang berukuran berbeda dan sebuah lubang kecil sebagai tempatnya.

Satu buah kayu berukuran lebih kurang 40 cm sebagai kayu 'induk' untuk si pemain, dan satu lagi kayu berukuran 10 cm sebagai 'anak'.

Lubang sebagai tempat permainan Patok Lele digunakan untuk kayu anak, agar dapat disungkit oleh kayu induk.

Selain lubang kecil, permainan Patok Lele juga bisa digunakan batu bata sebagai media lain.

Bukan anak-anak saja yang dapat bermain, remaja bahkan orangtua pun dapat memainkannya sebagai pelepas penat setelah beraktivitas seharian.

Permainan Patok Lele ini dibagi menjadi dua tim. Satu tim sebagai pemain, dan tim lainnya sebagai penjaga atau penangkap kayu anak.

Lalu, tim pemain menyusun strategi, siapa yang akan bermain pertama dan seterusnya. Kemudian pemain pertama akan mencungkil kayu anak untuk diarahkan kepada si penjaga untuk ditangkap.

Apabila kayu anak dapat ditangkap oleh tim penjaga, maka pemain pertama akan kehilangan point sebanyak 50, atau berdasarkan kesepakatan nilai yang digunakan. Jika tidak dapat ditangkap, maka kayu anak akan dilemparkan tim penjaga kepada tim pemain.

Apabila kayu anak yang dilemparkan ke kayu induk tim pemain, maka mereka akan kalah dan tim penjaga akan berganti sebagai tim pemain.

Di posisi lain, apabila tim penjaga tidak mampu melemparkan kayu anak ke kayu induk, maka poin akan berpihak kepada tim pemain berdasarkan jauhnya jarak yang dicungkil.

Permainan Patok Lele ini akan terus berlanjut sampai waktu yang disepakati hingga beradu poin, siapa yang ke luar sebagai pemenang.

Lalu, di mana diajarkan ketenangan dan strategi dalam permainan Patok Lele ini? Jangan bingung! Pemain tentunya tak akan mencungkil ke arah yang ada penjaganya.

Pemain akan melihat ruang kosong, yang dijadikan sasaran agar kayu anak tidak dapat ditangkap. Di sisi lain, semua tim dapat juga belajar matematika, loh! Kok, bisa?

Begini, setiap tim akan menggunakan strategi dan perhitungan saat melempar mau pun menjaga. Baik itu dalam hal vertikal mau pun horizontal dalam membandingkan ukuran jarak.

Paham, kan! Tertarik? Yuk, kita main Patok Lele!

Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Tokoh Sumut Dukung Pemekaran Daerah Sejalan Dengan Program Kodam Untuk Pertahanan Negara

Lifestyle

Jaksa Agung Ingatkan Profesionalisme dan Keberanian Jajaran di Daerah Lawan Pelaku Korupsi

Lifestyle

Dirut Bank Sumut Kunjungan ke 3 Kelapa Daerah: Penggerak Digitalisasi Keuangan dan PAD

Lifestyle

YRKI Minta Prabowo Buktikan Janji Asta Cita Indonesia Sehat: Pembangunan RSUD Tipe A Harus Terwujud

Lifestyle

Komisaris dan Direksi Bank Sumut Kompak Transformasi Kinerja Keuangan Daerah dan Nasional

Lifestyle

Bank Sumut Perkuat Peran Pembangunan Daerah di Tengah Penyesuain Fiskal