DRberita | Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama (NU) se-Kota Medan tahun 1442 H/2020 M, di Istana Maimon, Sabtu 14 Maret 2020, batal dihadiri Presiden Jokowi. Sejumlah agenda kegiatan pun ikut dibatalkan."Sebelumnya, pada 2 Maret lalu kami sudah memasukkan surat undangan ke Setneg (Sekretariat Negara) dan mendapat disposisi. Atas dasar koordinasi dengan Setneg pula, kami membuat rundown acara selama Bapak Presiden berada di sini. Tapi kemarin kami mendapat kabar bahwa Presiden urung hadir dan kemungkinan hanya diwakilkan pada pejabat yang ditunjuk," kata Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Kota Medan, Burhanuddin melalui Ketua Panitia OK Hafifuddin, Kamis 12 Maret 2020.OK Hafifuddin pun memperlihatkan bukti penerimaan surat yang dibubuhi tandatangan staf Sekretaris Negara (Setneg) berikut rundown acara dalam proposal yang sudah terkoordinasikan dengan pihak Setneg.Dia menjelaskan, karena perubahan rencana maka mereka terpaksa mengubah rundown acara dan membatalkan sejumlah agenda kegiatan yang direncanakan melibatkan presiden. Di antaranya prosesi penjemputan di Bandara Kualanamu serta peresmian satu masjid di Kabupaten Deliserdang."Untuk itu, kami memohon maaf kepada masyarakat terutama warga Nahdliyin yang sebelumnya mungkin berkeinginan mengikuti acara," kata OK Hafifuddin.Namun untuk kegiatan lain, terutama acara puncak di Istana Maimun, dia memperkirakan tetap sesuai rencana.Acara Harlah ini akan di isi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Suguhan acara utama berupa istighosah kubro, shalawatan dipimpin Hadad Alwi, Medan Boys, serta pemaparan sejarah NU.Untuk lebih memeriahkan acara juga digelar festival anak sholeh, lomba adzan, lomba mewarnai, lomba menghafal surah pendek, pemilihan dai cilik serta pertunjukan seni budaya berupa tari-tarian dan debus dari Pendawa.Sejumlah tamu undangan selain unsur Muspida juga para tokoh masyarakat. Termasuk direncanakan hadir Ketua Umum PB NU Said Aqil Siradj dan sekumlah pembesar NU lainnya.
(art/drc)