drberita.id | Beredar sejumlah SPPBJ palsu untuk pelaksanaan proyek di Kampus UINSU. SPPBJ palsu yang beredar tersebut ditandatangani oleh Moraluddin Harahap.
Kejahatan mafia proyek di Kampus UINSU ini diungkap oleh Ketua Umum LSM OMMBAK Rozi Albanjari di Medan, Selasa 26 April 2022.
"Ada tiga SPPBJ palsu yang beredar sampai ke kita. Yang menandatangani SPPBJ palsu itu bernama Moraluddin Harahap, selaku pejabat penandatangan kontrak di UINSU," ucap Rozi Albanjari.
Masih Rozi, padahal pejabat penandatanganan kontrak (PPK) yang sah sesuai dengan SK Rektor UINSU Prof. Syahrin Harahap adalah bernama Sardinan Batubara.
"Makanya kita minta Polda Sumut segera membongkar mafia proyek di Kampus UINSU ini, banyak kali uang negara yang disalahgunakan di kampus itu," tegasnya.
BACA JUGA:
Demo Lagi, Gerbrak Minta KPK Jelaskan Kabar OTT di BatubaraTiga surat penunjukan penyedia barang dan jasa (SPPBJ) palsu yang beredar tersebut, lanjut Rozi, padahal sudah diketahui Rektor UINSU Prof. Syahrin Harahap. Namun, sampai saat ini tidak ada sikap tegas dari rektor terhadap hal tersebut.
"Saya yakin permainan SPPJB palsu ini sudah berlangsung lama, mungkin tidak hanya tiga saja, bisa jadi lebih yang telah beredar. Dari SPPBJ palsu itu, besar kemungkinan telah terjadi suap antara rekanan dengan mafia proyek UINSU," tandas Rozi.
Ketiga SPPBJ palsu itu, kata Rozi, masih tidak bernomor dan dikeluarkan pada April 2022.
Pertama, kepada CV. MKS, pekerjaan di Kampus UINSU Tebingtinggi, bernomor: ..../OP-47/PPK-UINSU/SPPBJ/IV/2022 tertanggal 8 April 2022, dengan pekerjaan proffesor corner kampus berbiaya Rp. 210.000.000.
Kedua, kepada CV. WB, pekerjaan di Kampus UINSU Tebingtinggi, bernomor: .../OP-48/PPK-UINSU/SPPBJ/IV/2022, tertanggal 8 April 2022, dengan pekerjaan pembangunan rehab perpustakaan berbiaya Rp. 197.000.000.
BACA JUGA:
Terungkap, Ciputra Kuasai 8.077,76 Hektare Lahan HGU PTPN2Dan ketiga, kepada CV. MKS, pekerjaan di Kampus UINSU Tebingtinggi, bernomor: ..../OP-49/PPK-UINSU/SPPBJ/IV/2022, tertanggal 10 April 2022, dengan pekerjaan lanskape dan taman berbiaya Rp. 198.000.000.
Sementara itu, Moraluddin Harahap yang menandatangani tiga SPPBJ tersebut belum bisa terkonfirmasi.